PURWOREJO, Joglo Jateng – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Purworejo melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) melakukan rehabilitasi makam Kiai Irsyad pembuat Bedug Pendowo. Langkah ini diambil sebagai bentuk penghormatan terhadap jasa tokoh sejarah yang makamnya terletak di kompleks pemakaman umum Solotiyang, Desa Maron, Kecamatan Loano.
Bedug Pendowo dikenal sebagai bedug terbesar di dunia yang dibuat dari kayu jati gelondongan utuh dan kini menjadi ikon Masjid Agung Darul Muttaqin Purworejo. Namun, sosok Kiai Irsyad sebagai arsitek di balik mahakarya tersebut masih belum banyak diketahui publik secara luas.
Bangun Cungkup Senilai Rp 567 Juta
Kepala Bidang Kebudayaan Dindikbud Kabupaten Purworejo, Dyah Woro Setyaningsih mengungkapkan bahwa proyek rehabilitasi ini dilakukan secara swakelola oleh masyarakat dengan total nilai hibah mencapai Rp 567 juta. Hingga akhir 2025, progres fisik pembangunan telah mencapai 60 persen.
“Rehabilitasi makam dilakukan dengan pembangunan joglo atau cungkup berukuran 14 x 14 meter, lengkap dengan pagar. Pekerjaan akan dilanjutkan kembali pada tahun 2026,” jelas Dyah saat dikonfirmasi, Minggu (11/1/26).
Dyah menekankan pentingnya sosok Kiai Irsyad dalam sejarah kebudayaan Purworejo. Kemampuannya mengolah satu batang pohon jati raksasa dari Desa Bragolan menjadi bedug monumental adalah warisan tak ternilai.










