KENDAL, Joglo Jateng – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kendal merilis data rekapitulasi kejadian bencana selama puncak musim penghujan. Tercatat, bencana alam Kendal didominasi oleh tanah longsor selama periode Desember 2025 hingga Januari 2026.
Data tersebut disampaikan dalam laporan evaluasi penanganan bencana yang digelar Senin (12/1). Sekretaris BPBD Kabupaten Kendal, Ahmad Huda Kurniawansyah mengungkapkan, intensitas hujan yang tinggi memicu kerawanan di wilayah perbukitan, mengakibatkan kerusakan pada hunian warga hingga infrastruktur vital.
Longsor Putus Akses Jalan dan Jembatan
Huda merinci, dari total delapan kejadian bencana yang tercatat resmi, mayoritas adalah tanah longsor (enam kejadian) disusul banjir (tiga kejadian). Wilayah terdampak tersebar di kecamatan yang memiliki kontur geografis dataran tinggi atau perbukitan, meliputi:
- Kecamatan Patean
- Kecamatan Pageruyung
- Kecamatan Singorojo
- Kecamatan Boja
- Kecamatan Limbangan
- Kecamatan Plantungan
”Bencana tersebut berdampak pada kerusakan rumah warga dan fasilitas umum di beberapa kecamatan,” kata Huda.
Dampak kerusakan infrastruktur akibat longsor dan banjir ini cukup signifikan. BPBD mencatat 32 jiwa terdampak langsung. Adapun kerugian material meliputi:
- 1 unit rumah rusak sedang.
- 2 ruas jalan ambles atau terputus.
- 6 jembatan putus atau rusak.
Angin Kencang Terjang Rowosari
Selain longsor dan banjir, BPBD Kendal juga menyoroti kejadian cuaca ekstrem berupa angin kencang yang baru saja terjadi pada Sabtu (10/1/2026). Peristiwa ini melanda wilayah bawah, tepatnya di Kecamatan Rowosari.
Empat desa yang terdampak parah adalah Desa Bulak, Gebanganom, Tanjunganom, dan Desa Rowosari.
”Dalam kejadian angin kencang tersebut, terdapat 10 Kepala Keluarga (KK) atau 28 jiwa terdampak, dengan rincian empat rumah rusak berat dan enam rumah rusak ringan,” jelasnya.
Merespons rentetan kejadian tersebut, BPBD Kendal telah bergerak cepat melakukan asesmen kerusakan, penanganan darurat, serta pembersihan pohon tumbang yang menutup akses jalan.
”Kami di BPBD Kendal tetap melakukan pemantauan kondisi cuaca serta siaga penanganan bencana sesuai prosedur yang berlaku,” tandasnya. (ags/gih)










