KUDUS, Joglo Jateng – Di tengah genangan banjir yang terus meninggi, Bupati Kudus Sam’ani Intakoris turun langsung menembus air setinggi hampir setengah meter demi menyelamatkan seorang warga penderita stroke.
Aksi kemanusiaan tersebut dilakukan di Desa Jetis Kapuan, Kecamatan Jati dan Desa Ngemplak, Kecamatan Undaan, yang hingga kini masih terdampak genangan air pada Rabu, (14/1).
Warga yang dievakuasi diketahui sebelumnya menderita stroke dan sempat dirawat di rumah.
Namun, karena kondisi banjir yang dikhawatirkan semakin meningkat, Bupati Sam’ani memutuskan untuk menjemput langsung pasien tersebut dan dan di bawa ke puskesmas terdekat untuk mendapatkan perawatan intensif hingga kondisi benar-benar aman.
“Kondisinya pasca-stroke, sebelumnya dirawat di rumah. Karena air dikhawatirkan naik, kita jemput bareng-bareng supaya tidak terjadi hal yang fatal,” katanya.
Evakuasi tersebut dilakukan bersama jajaran Polsek setempat, unsur TNI, BPBD, tenaga kesehatan dari puskesmas dan rumah sakit, dan relawan Lereng Muria.
Seluruh unsur bergerak cepat demi memastikan keselamatan warga yang kondisinya rentan.
“Kita jemput bersama. Kalau air naik, tidak bisa apa-apa karena sakit,” jelasnya.
Saat proses penjemputan, ketinggian air di lokasi sudah cukup mengkhawatirkan.
Bahkan, rombongan harus berjalan kaki menembus genangan air setinggi sekitar 40 hingga 50 sentimeter.
“Air sudah tinggi, makanya kita berjaga-jaga. Jangan sampai mereka sendirian di rumah, itu bisa berakibat fatal kalau air naik lagi,” tegas.
Meski kondisi cuaca masih ekstrem, Bupati Kudus berharap hujan segera mereda dan situasi kembali normal.
Ia juga mengajak seluruh masyarakat untuk tetap waspada, sabar, dan saling menguatkan.
“Kita jalan kaki karena kondisi air sekitar 40-50 sentimeter. Mudah-mudahan hujan segera reda. Doa kita semuanya, semoga Kabupaten Kudus segera pulih dan masyarakat tetap sabar, kuat, serta hati-hati karena cuaca masih ekstrem,” ungkapnya.
Menanggapi masih adanya warga yang belum mengungsi, Bupati Sam’ani memastikan pemerintah daerah telah menyiapkan berbagai langkah antisipasi, termasuk tempat pengungsian dan kebutuhan logistik.
“Kecamatan dan desa sudah kita siapkan tempat-tempat pengungsian, rangsumnya, logistiknya juga disiapkan. Tim kesehatan dari puskesmas juga siap siaga,” kata dia.
Ia juga menegaskan bahwa warga tidak perlu khawatir meninggalkan rumah saat harus dievakuasi, karena keamanan akan dijaga oleh aparat.
“Silakan mengungsi kalau memang butuh dievakuasi. Jangan khawatir, dari TNI, Polri, dan Pemkab akan menjaga rumah dalam kondisi aman,” pungkasnya. (Uma).










