KENDAL, Joglo Jateng – Bencana banjir kembali melanda Kabupaten Kendal akibat dampak cuaca ekstrem dan luapan sejumlah sungai. Hingga Jumat pagi (16/1/2026) pukul 08.00 WIB, banjir tercatat merendam sedikitnya enam kecamatan dengan ketinggian air bervariasi antara 10 sentimeter hingga mencapai satu meter di titik terparah.
Data BPBD Kendal menyebutkan bahwa salah satu kondisi paling mengkhawatirkan terjadi di Kecamatan Brangsong. Debit air Sungai Waridin di Desa Kebonadem meluap hingga menyebabkan air cepat menggenangi permukiman warga dengan ketinggian mencapai 70 sentimeter.
Di Kecamatan Ngampel, banjir merendam sejumlah desa seperti Ngampel Kulon, Banyuurip, Dempelrejo, hingga Putatgede. Ketinggian air berkisar 20 hingga 60 sentimeter, bahkan sempat menggenangi kantor Pemerintah Desa Kebonagung sebelum akhirnya surut.
Kondisi tak kalah serius terjadi di Kecamatan Pegandon. Genangan setinggi 20 hingga 70 sentimeter merendam jalan utama dan permukiman warga. Di Dusun Cegunan, Desa Tegorejo, petugas terpaksa mengevakuasi seorang warga lanjut usia bernama Ruhmini (88) yang mengalami sakit akibat rumahnya tergenang banjir.
Sementara itu, banjir juga meluas ke wilayah perkotaan Kendal. Sejumlah ruas jalan protokol seperti Jalan Pahlawan 1 dan 2, Jalan Masjid, serta kawasan Kelurahan Kalibuntuwetan, Kebondalem, Patukangan, Ngilir, hingga Balok terendam air setinggi 20 hingga 40 sentimeter. Untuk mengendalikan debit air, Bendung Trompo dilaporkan membuka empat pintu air.
Di Kecamatan Kaliwungu dan Kaliwungu Selatan, banjir sempat menggenangi desa-desa seperti Kumpulrejo, Sarirejo, Wonorejo, hingga Plantaran dengan ketinggian maksimal mencapai satu meter. Meski demikian, sebagian wilayah dilaporkan mulai surut seiring menurunnya debit air.
Secara umum, kondisi banjir di Kecamatan Ngampel, Pegandon, Brangsong, Kaliwungu, dan Kaliwungu Selatan menunjukkan tren penurunan. Namun, warga diimbau tetap waspada mengingat potensi hujan susulan masih dapat memicu genangan baru, terutama di wilayah bantaran sungai dan daerah dengan sistem drainase terbatas.(ags)










