KUDUS, Joglo Jateng – Sekolah Dasar (SD) 1 Barongan menggelar puncak peringatan Isra Mi’raj sekaligus menyambut bulan suci Ramadan dengan kegiatan jalan sehat dan bazar UMKM, Sabtu (24/1/2026). Ratusan siswa bersama wali murid memadati halaman sekolah dalam kegiatan yang mengusung semangat toleransi dan kebersamaan tersebut.
Antusiasme terlihat jelas saat 600 peserta yang terdiri dari siswa, orang tua, dan tamu undangan mengikuti rute jalan sehat. Momen ini tidak hanya menjadi ajang olahraga, tetapi juga ruang interaksi hangat antara pihak sekolah dengan wali murid setelah serangkaian agenda padat sejak Kamis (22/1/2026).
Kepala SD 1 Barongan, Nur Hadi menjelaskan, rangkaian kegiatan ini dirancang untuk menanamkan nilai religius sekaligus nasionalisme. Uniknya, kompetisi yang digelar tidak hanya untuk siswa muslim, melainkan melibatkan seluruh agama yang dianut siswa di sekolah tersebut.
“Religi itu kita laksanakan untuk semua agama. Islam, Kristen, Hindu, semuanya ada. Ini bagian dari pendidikan toleransi,” jelasnya.
Rangkaian Lomba Seni dan Religi
Sebelum puncak acara, sekolah telah mengadakan berbagai lomba seni dan keagamaan. Lomba seni meliputi menggambar, melukis, dan mewarnai yang diikuti antusias oleh para siswa. Sementara itu, kegiatan pengajian peringatan Isra Mi’raj telah dilaksanakan pada Jumat (23/1/2026).
Pada acara puncak Sabtu pagi, suasana makin semarak dengan adanya doorprize menarik berupa sepeda lipat dan sepeda gunung. Selain itu, bazar UMKM turut memeriahkan suasana dengan menghadirkan berbagai produk, mulai dari kuliner hingga perlengkapan pendidikan.

Nur Hadi merinci beberapa mitra dan sponsor yang terlibat dalam bazar tersebut, antara lain:
- Produk kuliner (Sari Mie, Susu Cimory)
- Produk fesyen (Rabbani)
- Penerbit buku (Erlangga)
“Kegiatan ini juga diharapkan dapat memperkuat silaturahmi antara seluruh pihak. Kami ingin membangun hubungan yang erat antara sekolah, guru, siswa, orang tua, dan masyarakat,” tandasnya.
Apresiasi Wali Murid
Kegiatan akbar ini menuai respons positif dari para orang tua siswa. Salah satu wali murid, Isroji, mengaku bangga dengan inisiatif sekolah yang melibatkan orang tua secara langsung.
“Sebagai wali murid, kami merasa bangga. Ada hubungan emosional antara sekolah dan wali murid,” ungkap Isroji.
Senada, wali murid lainnya turut mengapresiasi nilai toleransi yang ditanamkan sekolah melalui lomba lintas agama. Hal ini dinilai sebagai bukti nyata bahwa SD 1 Barongan sangat menghormati pluralisme dan keberagaman keyakinan di lingkungan pendidikan. (uma/fat)










