KENDAL, Joglo Jateng – Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Kabupaten Kendal terus memperkuat inovasi pelayanan administrasi kependudukan. Salah satu terobosan terbaru adalah kolaborasi lintas Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di kawasan Jalan Pramuka bersama mitra binaan, khususnya pelaku UMKM, Jumat (6/2/26).
Kolaborasi strategis ini difokuskan pada optimalisasi pemanfaatan Kartu Identitas Anak (KIA) dan Identitas Kependudukan Digital (IKD). Melalui kerja sama tersebut, KIA dan IKD kini tak hanya berfungsi sebagai dokumen identitas resmi, namun juga memiliki nilai tambah ekonomis bagi masyarakat.
Pemilik KIA dan IKD dapat menikmati beragam manfaat eksklusif, mulai dari potongan harga, kemudahan akses layanan, hingga program promosi menarik dari mitra UMKM yang telah menjalin kerja sama resmi dengan Dispendukcapil.
Kepala Dispendukcapil Kabupaten Kendal, Ratna Mustikaningsih menyampaikan, sinergi dengan OPD dan mitra UMKM merupakan langkah strategis untuk menciptakan ekosistem pelayanan yang lebih inklusif dan berdampak langsung.
“Pemanfaatan KIA dan IKD melalui mitra UMKM diharapkan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya dokumen kependudukan, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi lokal,” ujarnya di sela-sela kegiatan.

Gandeng 55 Mitra Usaha
Dalam kegiatan tersebut juga dilakukan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan lima mitra baru. Dengan demikian, total mitra usaha yang telah bekerja sama dengan Dispendukcapil Kendal kini mencapai 55 mitra.
Berdasarkan data hingga akhir 2025, kepemilikan KIA di Kabupaten Kendal tercatat mencapai 83,03 persen atau 220.737 anak. Sedangkan untuk IKD, capaian baru menyentuh angka 124.044 jiwa atau 15,03 persen dari total wajib IKD sebanyak 832.474 jiwa. Angka ini masih perlu digenjot untuk mengejar target nasional sebesar 30 persen.
Sosialisasi Sensus dan Anti Narkoba
Selain pelayanan kependudukan, acara juga diisi dengan sosialisasi Sensus Ekonomi Nasional 2026 oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Kendal. Sensus dijadwalkan berlangsung mulai 1 Mei hingga 31 Juli 2026 untuk menghimpun data potensi ekonomi daerah.
Sementara itu, Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Kendal turut menggelar Aksi Nasional Anti Narkoba. Kampanye ini menekankan pentingnya pencegahan sejak dini dengan menjadikan keluarga sebagai garda terdepan.
Rangkaian kegiatan di Jalan Pramuka ini dimeriahkan dengan senam bersama pegawai OPD, bazar UMKM mitra binaan, serta pembinaan mitra OPD.
“Ke depan, kegiatan kolaboratif ini kami harapkan dapat dilaksanakan secara rutin setiap bulan sebagai wadah pelayanan publik, edukasi, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat,” harap Ratna. (ags/iza/rds)










