7 Wisata Klenteng Jawa Tengah Ikonik, Nomor 5 Ada di Lasem

Bangunan Klenteng Cu An Kiong Lasem dengan ornamen khas kayu jati
Bangunan Klenteng Cu An Kiong Lasem dengan ornamen khas kayu jati. (HUMAS/JOGLO JATENG)

SEMARANG, Joglo jateng – Provinsi ini menyimpan ragam destinasi wisata klenteng Jawa Tengah yang sarat nilai sejarah dan akulturasi budaya. Wisatawan dapat mengunjungi tujuh lokasi ikonik ini untuk merayakan momen Imlek sekaligus menikmati arsitektur Tionghoa klasik. Simak daftar rekomendasi berikut sebagai referensi liburan Anda.

1. Klenteng Sam Poo Kong, Semarang

Destinasi ini merupakan ikon wisata paling populer di Ibu Kota Jawa Tengah. Sam Poo Kong bukan sekadar tempat ibadah, melainkan petilasan bersejarah Laksamana Cheng Ho. Kompleks ini memiliki desain arsitektur megah dengan dominasi warna merah yang instagramable. Pengunjung bisa menyewa pakaian khas Tiongkok untuk berfoto di area pelataran yang luas.

2. Klenteng Tay Kak Sie, Semarang

Berlokasi di kawasan Gang Lombok, Klenteng Tay Kak Sie menawarkan suasana yang lebih autentik dan sakral. Klenteng ini berdiri sejak tahun 1746 dan menjadi pusat perayaan Cap Go Meh di Semarang.

Wisatawan biasanya memadati area ini untuk melihat ornamen naga yang detail dan rumit. Lokasinya yang berdekatan dengan pusat kuliner Semawis menjadi nilai tambah tersendiri.

3. Klenteng Tien Kok Sie, Solo

Klenteng ini terletak tepat di depan Pasar Gede, Solo. Posisi tersebut melambangkan harmoni antara kegiatan ekonomi pasar tradisional dan spiritualitas. Tien Kok Sie atau Vihara Avalokitesvara terkenal dengan lampion-lampion indah yang menghiasi kawasan pasar saat perayaan Imlek. Bangunan ini menjadi bukti toleransi yang kuat di Kota Bengawan.

4. Klenteng Tek Hay Kiong, Tegal

Bergeser ke jalur Pantura barat, terdapat Klenteng Tek Hay Kiong yang berusia lebih dari 300 tahun. Masyarakat setempat mengenal klenteng ini sebagai pusat perayaan gotong Toa Pe Kong yang meriah.

Nama Tek Hay Kiong memiliki arti istana laut yang penuh kebajikan. Pengunjung dapat melihat wayang potehi yang kerap dipentaskan di halaman klenteng pada momen tertentu.

5. Klenteng Cu An Kiong, Lasem

Kota Lasem di Kabupaten Rembang mendapat julukan “Tiongkok Kecil” bukan tanpa alasan. Di sini berdiri Klenteng Cu An Kiong yang diklaim sebagai klenteng tertua di Pulau Jawa.

Dinding klenteng ini menampilkan mural hitam putih yang digambar langsung dengan tinta bak, bukan ukiran. Keunikan artistik ini menjadikan Cu An Kiong destinasi wajib bagi pecinta sejarah dan fotografi. Kayu jati kuno yang menjadi pilar utama masih berdiri kokoh hingga saat ini.

6. Klenteng Hok Tik Bio, Blora

Klenteng ini menjadi pusat kegiatan warga Tionghoa di Kabupaten Blora. Meski ukurannya tidak sebesar Sam Poo Kong, Hok Tik Bio memiliki nilai sejarah penting bagi perkembangan kota. Lokasinya yang strategis di pusat kota memudahkan wisatawan untuk singgah. Arsitekturnya yang terawat rapi memberikan rasa tenang bagi siapa saja yang berkunjung.

7. Klenteng Hok An Kiong, Muntilan

Berada di Kabupaten Magelang, klenteng ini memiliki keunikan pada hiolo atau tempat dupa yang diklaim terbesar di Asia Tenggara. Hok An Kiong juga memiliki sejarah unik karena pernah menjadi markas pejuang kemerdekaan. Struktur bangunan yang kokoh mencerminkan perpaduan budaya yang harmonis di tanah Jawa.

Wisata klenteng Jawa Tengah menawarkan pengalaman visual dan spiritual yang mendalam. Keberadaan bangunan bersejarah ini menjadi bukti keberagaman budaya yang terus lestari di provinsi ini. (rds)