Cegah Tawuran, Rencana Perang Balon Air di Pemalang Digagalkan Satpol PP

Petugas Satpol PP Kabupaten Pemalang memberikan pembinaan kepada sekelompok anak dan remaja yang kedapatan membawa balon air dan petasan di kawasan Alun-alun guna mencegah aksi tawuran.
PEMBINAAN: Petugas SatpolPP Pemalang saat memberikan pembinaan kepada anak-anak dan remaja yang kedapatan membawa petasan serta balon air di Alun-alun Pemalang, belum lama ini. (HUMAS SATPOLPP/JOGLO JATENG)

PEMALANG, Joglo Jateng – Suasana pagi hari usai ibadah salat Subuh di kawasan Alun-alun Kabupaten Pemalang yang biasanya tenang, diwarnai aksi penertiban oleh aparat keamanan. Petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan Pemadam Kebakaran (Damkar) mengamankan sejumlah remaja yang kedapatan hendak menggelar aksi perang balon air Pemalang di bulan suci Ramadan.

Tradisi iseng melempar balon berisi air dan menyalakan petasan yang kerap dilakukan oleh sekelompok remaja ini terpaksa dihentikan secara tegas. Pasalnya, aktivitas tersebut memicu keresahan warga sekitar dan sangat rawan berujung pada konflik tawuran antarkelompok remaja.

Patroli Ketat di Titik Rawan Usai Subuh

Kepala Satpol PP dan Damkar Pemalang, Ahmad Hidayat menjelaskan, sebelum penertiban di lapangan dilakukan, pihaknya sebenarnya telah memasang imbauan larangan aktivitas berbahaya tersebut. Namun, kerumunan remaja masih saja membandel dan berkumpul di kawasan pusat kota.

“Kita sudah berikan imbauan kepada masyarakat melalui media sosial agar kegiatan (perang balon air) ini tidak dilakukan. Karena masih ada yang nekat, personel langsung ditugaskan ke lokasi untuk melakukan pengamanan dan pembubaran,” terang Ahmad Hidayat.

Pembinaan Edukatif Cegah Kenakalan Remaja

Dalam razia di kawasan alun-alun tersebut, petugas berhasil mencegat dan mengamankan beberapa anak di bawah umur beserta barang bukti balon air yang siap dilempar. Alih-alih diproses hukum, mereka langsung diberikan pembinaan secara persuasif di tempat.

Petugas memberikan edukasi bahaya tawuran dan meminta para remaja tersebut untuk menyalurkan energinya ke hal-hal positif. Mereka diarahkan untuk pulang ke rumah dan memperbanyak ibadah selama bulan puasa, bukan keluyuran usai salat Subuh.

“Kita akan terus gencarkan patroli rutin agar kenakalan remaja yang bisa memicu konflik tawuran ini dapat diminimalkan. Semua yang diamankan dilakukan pembinaan dan pengarahan agar mereka fokus pada kegiatan positif seperti ibadah,” pungkasnya. (fan/rds)