KENDAL, Joglo Jateng – Aktivitas penyiapan menu makanan sehat mulai terlihat menyibukkan sejumlah dapur umum, salah satunya di Kecamatan Brangsong. Hal ini sejalan dengan tren positif percepatan operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG Kendal) yang kini telah mencapai 96 unit aktif untuk melayani warga, khususnya bagi kelompok rentan seperti anak-anak dan ibu hamil.
Secara keseluruhan, Badan Gizi Nasional (BGN) menargetkan kuota pendirian sebanyak 155 unit SPPG untuk wilayah Kabupaten Kendal. Hingga Minggu (22/2/26), progres pemenuhan target tersebut berjalan sangat pesat guna menjamin masyarakat segera mendapatkan akses gizi yang berkualitas dan tepat sasaran.
Ratusan SPPG Kantongi Sertifikat Higienis
Koordinator SPPG Kendal, M Faris Maulana, merinci perkembangan pendirian dapur gizi tersebut. Dari total target 155 unit, berikut adalah rincian progres operasional layanan SPPG di Kabupaten Kendal saat ini:
- 104 unit telah resmi memiliki kepala atau penanggung jawab layanan.
- 101 unit telah mengantongi sertifikat Standar Laik Higiene dan Sanitasi (SLHS).
- 96 unit telah aktif beroperasi menyajikan menu bergizi kepada masyarakat.
Menurut Faris, sertifikasi kebersihan merupakan syarat mutlak dalam menjamin mutu layanan. “Alhamdulillah, sampai hari ini sudah ada 101 SPPG di Kabupaten Kendal yang resmi mengantongi sertifikat SLHS. Ini menjadi indikator bahwa pengelolaannya semakin tertata dan sesuai standar,” ujarnya saat dikonfirmasi.
Percepatan Sertifikasi Halal dari BGN
Selain standar kebersihan, jaminan kehalalan makanan yang disajikan juga menjadi prioritas utama. Faris menyebutkan bahwa sebagian pengelola SPPG di Kendal telah lebih dulu mengantongi sertifikasi halal untuk operasional mereka.
Proses sertifikasi ini mendapat dukungan penuh dari Badan Gizi Nasional yang secara bertahap memberikan pelatihan khusus kepada para pengelola. Meski begitu, pemerintah juga memberikan keleluasaan bagi SPPG maupun mitra penyedia untuk mengajukan uji halal secara mandiri demi mempercepat pemenuhan standar layanan.
Faris berharap keberadaan layanan gizi ini bisa terus dikembangkan hingga memenuhi kuota maksimal. “Harapannya, SPPG ini dapat menjadi tulang punggung pemenuhan gizi masyarakat secara berkelanjutan dan merata,” pungkasnya. (ags/gih/rds)










