KUDUS, Joglo Jateng – Kabar gembira bagi warga Kabupaten Kudus. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) resmi meluncurkan layanan WiFi gratis Kudus tanpa password. Fasilitas ini beroperasi 24 jam nonstop dengan kecepatan mencapai 200 Mbps.
Layanan internet gratis Kudus ini dipasang di tujuh ruang publik strategis, termasuk Alun-alun Simpang Tujuh Kudus yang selalu padat pengunjung. Kehadiran akses internet cepat ini diharapkan mampu mendukung aktivitas belajar, bekerja, hingga kelancaran transaksi para pedagang daring (online).
Dikelola Langsung Pemkab, Bebas Kendala CSR
Kepala Diskominfo Kudus, Satria Agus Himawan, menjelaskan bahwa pengadaan tahun ini berbeda secara fundamental. Infrastruktur jaringan sepenuhnya dikelola oleh pemerintah daerah untuk memastikan keberlanjutan perawatan yang lebih terjamin.
“Untuk tahun ini kita lakukan pengadaan untuk wifi gratis di ruang publik. Kalau tahun-tahun sebelumnya dari CSR, setelah itu mati karena tidak ada perawatan. Sekarang akan kita pantau dan rawat secara rutin,” ujar Satria, Rabu (11/1).
Sebaran Lokasi dan Cara Akses
Alun-alun Simpang Tujuh dan Balai Jagong menjadi titik utama fasilitas ini, mengingat kedua lokasi tersebut merupakan pusat aktivitas keramaian masyarakat.
Rincian penyebaran perangkat WiFi gratis tersebut meliputi:
- Balai Jagong: 5 perangkat WiFi.
- Alun-alun Simpang Tujuh: 4 perangkat WiFi.
- Lima taman kota lainnya: Masing-masing 1 perangkat WiFi.
Masyarakat dapat mengakses jaringan ini selama 1×24 jam dalam satu kali login. Setelah durasi harian habis, sistem akan otomatis memutus koneksi (logout). Pengguna cukup masuk kembali melalui halaman akses tanpa perlu memasukkan kata sandi. Kecepatan internet akan menyesuaikan dengan kepadatan jumlah pengguna di waktu yang bersamaan.
Dukung Ekosistem Digital yang Aman
Dalam operasional harian, Diskominfo Kudus berkolaborasi erat dengan dinas terkait. Dinas PKPLH menangani penyediaan listrik di area taman, sementara Dinas Perhubungan (Dishub) mengamankan kelistrikan di area Balai Jagong dan alun-alun.
“Semoga ini menjadi internet positif yang benar-benar membantu masyarakat dan tidak disalahgunakan,” pungkas Satria. (uma/rds)










