Ramai Dikritik Netizen soal Menu Keringan, PDIP Jateng Bolehkan Kader Kelola Dapur MBG Asal Tak Cemari Program

Ketua DPD PDIP Jateng Dolfie Frederik Palit memberikan keterangan pers usai acara konsolidasi partai di Purworejo
KONSISTEN: Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Tengah Dolfie Frederik Palit usai acara konsolidasi partai di Hotel Sanjaya Inn Purworejo, Selasa (3/3/2026). (MARNIE/JOGLO JATENG)

PURWOREJO, Joglo Jateng – Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Tengah, Dolfie Frederik Palit membantah adanya isu larangan bagi kader partai untuk mengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur MBG. Penegasan ini menjadi respons atas dinamika publik terkait transparansi pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis tersebut.

Hal itu ditegaskan secara langsung oleh Dolfie usai memimpin acara konsolidasi partai pascakongres nasional tahun 2025.

Kegiatan internal ini dilangsungkan di Hotel Sanjaya Inn Purworejo, Selasa (3/3/2026).

Dolfie menyebut, perintah resmi dari DPP PDI Perjuangan justru memperbolehkan seluruh kader PDIP untuk mengelola dapur MBG, asalkan sesuai dengan ketentuan undang-undang yang berlaku.

Namun, ia mewanti-wanti dengan keras agar kader yang terlibat tidak sampai mencemari muruah program gizi tersebut demi mencari keuntungan pribadi.

“Sudah baca surat perintahnya belum? Tegas dikatakan apabila ada kader yang mencemarkan program MBG, maka ada risiko yang harus mereka pertanggungjawabkan. Kader harus fokus pada kualitas pemenuhan gizi, bukan pada kepentingan ekonomi,” tegas Dolfie.

Soroti Menu Keringan dan Kawal Program Kerakyatan

Mengenai keluhan menu keringan selama bulan Ramadan yang banyak dikritik netizen, Dolfie turut memberikan tanggapannya.

Ia mengingatkan bahwa dalam penyelenggaraan program MBG, pemerintah telah menempatkan tim pengawas internal di lapangan.

Menurutnya, pengawas internal inilah yang seharusnya bertindak cepat dan responsif setiap kali ada keluhan dari masyarakat terkait kualitas makanan.

Lebih lanjut, Dolfie menjelaskan bahwa acara konsolidasi yang dikemas dalam bentuk roadshow partai di tingkat kabupaten itu juga memiliki agenda khusus. Tujuannya adalah memastikan kinerja fraksi sejalan dengan muruah partai.

“Kepada para anggota fraksi PDIP, acara ini untuk memastikan program kerakyatan dijalankan atau tidak oleh para anggota fraksi. Untuk kepala daerah juga kami pastikan program kerakyatan sudah atau belum. Tadi disampaikan di Purworejo ini, sudah dijalankan, contohnya di bidang kesehatan,” lanjut Dolfie.

Acara konsolidasi berlambang banteng moncong putih itu dihadiri oleh seluruh anggota FPDIP dari DPR RI, DPRD Provinsi Jawa Tengah, hingga DPRD Kabupaten Purworejo beserta para pengurus partai.

Turut hadir pula Ketua DPC PDIP Kabupaten Purworejo, Dion Agasi Setiabudi, yang saat ini tengah menjabat sebagai Wakil Bupati Purworejo. (mrn/amd/rds)