Pemprov Jateng Prediksi Kunjungan Wisatawan Lebaran 2026 Capai 6 Juta Orang

Suasana wisata Pemandian Air Panas Guci, baru-baru ini. (HUMAS PEMPROV JATENG/ JOGLO JATENG)

SEMARANG, Joglo Jateng – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memprediksi lonjakan wisatawan saat libur Lebaran 2026 dengan jumlah mencapai sekitar 6 juta orang. Angka tersebut seiring tingginya arus mudik yang diperkirakan mencapai 17,3 juta orang kembali ke Jawa Tengah.

Lonjakan tersebut diperkirakan akan memadati berbagai destinasi wisata dan hiburan di sejumlah daerah. Momentum Lebaran dimanfaatkan masyarakat untuk berwisata bersama keluarga setelah berkumpul di kampung halaman.

Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif (Disbudparekraf) Jawa Tengah Hanung Triyono menyebutkan, kondisi ini menjadi tantangan sekaligus peluang bagi sektor pariwisata daerah. Pemerintah pun telah menyiapkan berbagai langkah antisipasi.

“Sekitar 6 juta orang akan berwisata. Ini angka yang besar, sehingga kenyamanan dan keamanan harus benar-benar dipastikan,” ujarnya, dalam keterangan tertulis, Kamis (19/3/2026).

Sejumlah destinasi diprediksi menjadi magnet utama selama libur Lebaran, di antaranya kawasan Tawangmangu di Karanganyar, Masjid Sheikh Zayed di Surakarta, hingga Waduk Gajah Mungkur di Wonogiri. Selain itu, kawasan Dieng di Wonosobo dan wisata religi di Demak serta Kudus juga diperkirakan dipadati pengunjung.

Pemerintah juga memberikan perhatian khusus pada kawasan wisata pantai di selatan Jawa Tengah seperti Kebumen, Purworejo, dan Wonogiri. Hal ini terkait potensi cuaca ekstrem berupa hujan dan angin kencang yang dapat memengaruhi keselamatan wisatawan.

“Kami sudah berkoordinasi dengan posko Lebaran dan instansi terkait, terutama untuk pengamanan di kawasan pantai,” jelas Hanung.

Di sisi lain, pengelola destinasi wisata juga mulai melakukan berbagai persiapan. Manajer Marketing Guci Forest, Umi Baini mengatakan, pihaknya telah membenahi fasilitas serta menyiapkan berbagai wahana dan layanan keselamatan bagi pengunjung.

“Kami juga menyiapkan informasi darurat dan nomor yang bisa dihubungi untuk memastikan keselamatan pengunjung,” ujarnya.

Dengan berbagai persiapan tersebut, pemerintah optimistis lonjakan wisatawan saat Lebaran dapat dikelola dengan baik sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. (hfh/amd/rds)