Kendal  

Volume Sampah di Kendal Melonjak 30 Persen Selama Libur Lebaran

Tumpukan sampah yang menggunung di TPA Darupono Kendal saat momentum libur Hari Raya Idulfitri.
MENUMPUK: Kondisi tumpukan sampah di TPA Darupono meningkat tajam di saat Hari Raya Idulfitri 2026, Selasa (24/3/2026). (AGUS RIYADI/JOGLO JATENG)

KENDAL, Joglo Jateng – Momentum libur Idulfitri memicu lonjakan volume sampah di Kendal hingga mencapai 30 persen dibandingkan hari biasa. Peningkatan tajam ini menjadi tantangan tersendiri bagi kebersihan lingkungan di tengah tingginya aktivitas masyarakat saat merayakan hari raya.

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Kendal mencatat penumpukan ini berlangsung sekurang-kurangnya hingga H+3 Lebaran. Lonjakan tersebut didominasi oleh pergerakan arus mudik, tradisi silaturahmi keluarga, serta tingginya angka konsumsi rumah tangga.

Sekretaris DLH Kendal, Syaiful Huda, membenarkan bahwa tren kenaikan sisa buangan warga ini terpantau merata di berbagai Tempat Pembuangan Sementara (TPS) di wilayahnya.

“Berdasarkan pantauan di seluruh TPS, sampai hari kedua Lebaran terjadi peningkatan sekitar 30 persen,” katanya, Selasa (24/3/2026).

Petugas Siaga Penuh Antisipasi Penumpukan

Untuk mencegah kondisi yang semakin parah, pihak DLH langsung mengerahkan petugas kebersihan secara maksimal selama masa libur. Armada pengangkut truk sampah juga dioptimalkan agar proses sterilisasi wilayah berjalan lebih efektif.

Sejumlah titik strategis langsung ditetapkan sebagai prioritas penanganan. Kawasan rawan tumpukan seperti pasar tradisional, rute wisata, hingga jalur perlintasan pemudik terus dipantau intensif.

“Pengangkutan kami lakukan lebih intensif agar sampah tidak menumpuk. Petugas tetap siaga penuh selama libur Lebaran,” tegas Huda.

Meski petugas telah dikerahkan, keberhasilan menjaga kebersihan tetap bertumpu pada peran aktif masyarakat. Warga diimbau keras untuk tidak membuang tumpukan sampah secara sembarangan, khususnya di fasilitas umum dan lokasi pelesir.

Beban petugas di lapangan akan jauh lebih ringan jika masyarakat mau membiasakan diri untuk memilah jenis sampah sejak dari lingkungan rumah tangganya masing-masing.

“Kesadaran bersama menjadi kunci. Kalau dari rumah sudah dipilah, beban di lapangan bisa berkurang,” tambahnya.

Ia berharap suasana Idulfitri di Kendal tidak hanya dihiasi dengan kebahagiaan, melainkan juga didukung oleh lingkungan yang bersih, sehat, dan nyaman untuk ditinggali.

“Selamat Idulfitri, mohon maaf lahir dan batin. Mari kita jaga lingkungan tetap bersih dengan tidak membuang sampah sembarangan serta mengelolanya dengan baik,” pungkasnya. (ags/gih/rds)