REMBANG, Joglo Jateng – Inovasi layanan literasi berbasis digital melalui aplikasi Perpustakaan Al Farabi sukses mendongkrak minat baca siswa secara signifikan. Fasilitas baru yang dihadirkan di lingkungan Perpustakaan MTs Negeri 1 Rembang ini membuat para pelajar kian antusias memadati ruang baca pasca-libur Lebaran.
Pemandangan hari pertama masuk sekolah diawali dengan apel pagi yang diikuti oleh seluruh warga madrasah. Setelahnya, para murid langsung diarahkan untuk mengikuti simulasi evaluasi akademik yang menjadi penentu nilai mereka.
Kelas 9 terpantau menjalani simulasi Sumatif Akhir Tahun (SAT), sementara siswa kelas 7 dan 8 mengikuti Simulasi Tengah Semester (STS). Pelaksanaan ujian yang akan dimulai pada Selasa (28/4/2026) mendatang ini mendorong murid untuk lebih serius belajar.
Tingginya antusiasme tersebut langsung terlihat dari melonjaknya angka kunjungan siswa ke perpustakaan sekolah. Sejak pagi hingga siang hari, fasilitas baca ini dipadati oleh murid yang memanfaatkan waktu luang untuk memperdalam materi pelajaran.
Sistem Smart Library dan Aplikasi Digital
Akses terhadap sumber belajar bagi para siswa kini dipastikan semakin mudah dan praktis. Murid tidak hanya dapat berkunjung mencari buku secara langsung, tetapi juga bisa mengakses bahan bacaan lewat aplikasi perpustakaan digital yang tersedia gratis di Play Store.
Kehadiran aplikasi canggih ini memungkinkan murid untuk membaca buku digital secara fleksibel kapan saja, bahkan di saat hari libur sekalipun.
Di sisi lain, sistem smart library yang diterapkan juga mampu merekap data kunjungan serta aktivitas membaca pengunjung secara otomatis. Hal ini memberikan gambaran nyata mengenai keberhasilan peningkatan minat baca di kalangan murid.
Kepala Perpustakaan MTs Negeri 1 Rembang, Rita Pusparini, mengungkapkan bahwa perkembangan positif ini tidak lepas dari dukungan pembaruan sarana dan prasarana dari sekolah.
“Perpustakaan MTs Negeri 1 Rembang mengalami peningkatan pesat karena adanya bantuan sarana prasarana. Seperti tablet, PC, dan lain-lain, sehingga membuat tertarik murid untuk membaca di perpustakaan,” ungkapnya, belum lama ini.
Untuk mengakses layanan modern ini, murid dan guru cukup menunjukkan kartu anggota kepada petugas untuk tahap verifikasi sebelum membaca atau meminjam buku.
Kolaborasi koleksi buku fisik dan digital ini diyakini mampu menjadikan perpustakaan sebagai pusat literasi unggulan yang ampuh meningkatkan minat baca siswa. (uma/fat/rds)










