Keterbukaan Informasi Jadi Kunci Pencegahan Korupsi

Bappeda Jateng Perkuat Digitalisasi Perencanaan

DUKUNG: Sekretaris Bappeda Jateng Adi Raharjo (kedua dari kanan) bersama narasumber dan moderator saat memberikan sambutan pada PPID Session di Bappeda Jateng, Selasa (7/4/2026). (ALLAM MUZHAFFAR/JOGLO JATENG)

Digitalisasi Perencanaan dan Optimalisasi PPID

Sebagai bagian dari strategi keterbukaan, Bappeda Jawa Tengah terus mendorong digitalisasi perencanaan melalui optimalisasi sistem e-planning dan penguatan peran PPID.

Digitalisasi ini diharapkan mampu meminimalisasi celah korupsi dengan memastikan seluruh proses perencanaan terdokumentasi secara transparan dan dapat ditelusuri. Selain itu, kanal informasi publik juga terus diperkuat agar masyarakat lebih mudah mengakses data dan dokumen pembangunan.

Indra menegaskan bahwa inovasi digital menjadi kunci dalam meningkatkan transparansi. “Digitalisasi perencanaan harus terus dikembangkan, termasuk penyediaan kanal informasi yang mudah diakses dan terintegrasi,” terangnya.

Ia juga menekankan pentingnya komitmen pimpinan dalam mendorong keterbukaan informasi. Tanpa dukungan pimpinan, upaya transparansi dinilai sulit berjalan optimal.

Melalui kegiatan ini, Bappeda Jateng berkomitmen untuk terus memperkuat keterbukaan informasi sebagai bagian dari strategi pencegahan korupsi. Sinergi antarperangkat daerah serta partisipasi aktif masyarakat menjadi kunci dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih.

“Keterbukaan adalah kunci integritas. Dengan transparansi, kita tidak hanya mencegah korupsi, tetapi juga membangun kepercayaan publik terhadap pemerintah,” pungkas Indra. (all/iza/rds)