JEPARA, Joglo Jateng – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jepara bersiap mereplikasi kesuksesan pameran UMKM Jepara ke tingkat kecamatan guna mendorong pemerataan ekonomi di seluruh pelosok Kota Ukir. Langkah strategis ini diproyeksikan mampu mendongkrak omzet pedagang kecil sekaligus menghidupkan kembali perputaran uang di tingkat lokal.
Wacana ekspansi pasar ini mengemuka seiring antusiasme tinggi dalam pameran Hari Ulang Tahun (HUT) ke-477 Kabupaten Jepara di Alun-alun 1.
Sebanyak 53 pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) turut unjuk gigi memamerkan produk andalan selama empat hari pelaksanaan event tersebut.
Bupati Jepara, Witiarso Utomo menuturkan, kehadiran puluhan stan UMKM tersebut mencerminkan tingginya kreativitas dan potensi ekonomi warga yang layak mendapat panggung lebih luas.
“Pameran ini ajang promosi yang efektif untuk mengangkat potensi lokal. Semoga ini juga bisa menggerakkan perekonomian, omzet para pelaku UMKM meningkat,” kata Bupati Witiarso, Minggu (12/4/2026).
Syarat Evaluasi Omzet Harian
Sebelum merealisasikan wacana pameran di belasan kecamatan, bupati menekankan pentingnya transparansi dan evaluasi dari para pedagang.
Setiap peserta UMKM diwajibkan menyetorkan laporan omzet harian beserta tingkat penjualan produk sebagai tolok ukur kelayakan pasar.
Data penjualan tersebut nantinya akan digunakan oleh pemerintah dan pelaku usaha untuk menambal kekurangan dan merancang strategi pemasaran yang lebih tepat sasaran.
“Setiap hari ada laporan omzet. Ini penting untuk evaluasi, sehingga kita tahu di mana kekurangannya dan bisa diperbaiki,” jelasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Witiarso tak sekadar berkeliling meninjau stan, tetapi juga memborong berbagai produk lokal sebagai wujud dukungan nyata terhadap pertumbuhan ekonomi lokal.
Beragam produk yang dipamerkan meliputi kerajinan tenun, monel, batik, lurik, barang kebutuhan harian, hingga produk kekinian seperti hampers hajatan.
Strategi Silang Produk Antarkawasan
Rencana desentralisasi pameran ini mendapat sambutan hangat dari kalangan pedagang. Mariana, salah seorang pelaku UMKM monel, sangat mendukung replikasi pameran di tingkat kecamatan.
Ia bahkan mengusulkan terobosan pertukaran produk unggulan antarkecamatan guna menghindari kejenuhan pasar. Sebagai contoh, perajin dari kawasan selatan bisa ditempatkan di utara, dan sebaliknya.
“Ini bisa membuka pasar baru di tingkat lokal. Warga Donorojo lebih familiar dengan monel asal Kriyan dan sekitarnya. Begitu juga sebaliknya,” terangnya. (oka/gih/rds)










