Angka Kekerasan Pada Perempuan dan Anak di Purworejo Masih Tinggi

KETERANGAN: Ketua Panitia Peringatan Hari Kartini ke-147 Kabupaten Purworejo, Heny Safaryuni Tataningsih. (ISTIMEWA/JOGLO JATENG)

PURWOREJO, Joglo Jateng – Peringatan Hari Kartini di Kabupaten Purworejo menyisakan catatan kelam terkait kondisi kesejahteraan kelompok rentan.

Tingginya angka kekerasan perempuan dan anak di Purworejo dinilai masih berada dalam tahap yang sangat memprihatinkan.

Berdasarkan data terkini sepanjang tahun 2025, tercatat ada 119 kasus yang masuk ke meja pelaporan. Rinciannya terdiri dari 50 kasus kekerasan terhadap perempuan dan 59 kasus yang menimpa anak-anak.

Fakta tersebut diungkapkan langsung oleh Ketua Panitia Peringatan Hari Kartini ke-147 Kabupaten Purworejo, Heny Safaryuni Tataningsih, usai rangkaian kegiatan di Pendopo Purworejo, Selasa (21/4/2026).

Ia mengungkapkan, mayoritas aduan yang diterima didominasi oleh kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) dan tindakan penelantaran anak.

“Kami terus melakukan upaya pencegahan melalui sosialisasi di sekolah, kegiatan parenting, serta kampanye perlindungan perempuan dan anak di berbagai forum,” jelas Heny.

Keberanian Korban untuk Melapor

Meski angka kasus tergolong tinggi, Heny menilai ada sisi positif dari dinamika tersebut. Meningkatnya jumlah laporan dipengaruhi oleh semakin terbukanya akses pengaduan dan meningkatnya kesadaran warga untuk bersuara.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Purworejo memastikan bahwa setiap laporan yang masuk akan ditangani secara serius.

Pemerintah juga menjamin kerahasiaan identitas korban agar mereka merasa aman saat mencari keadilan.

Kemandirian Jadi Perisai Keluarga

Dalam kesempatan bersejarah ini, Heny turut menyampaikan pesan penting kepada kaum hawa dan generasi muda di wilayahnya.

Perempuan masa kini diharapkan mampu hidup mandiri dan aktif berkarya agar memiliki daya tawar yang kuat untuk melindungi keluarganya.

Di sisi lain, anak-anak juga diimbau untuk lebih bijak dan berhati-hati dalam menggunakan platform media sosial guna menghindari potensi eksploitasi dan kejahatan digital.

Melalui momentum ini, Pemkab Purworejo berharap nilai-nilai luhur perjuangan Kartini terus diwariskan dengan tindakan nyata.

Hal tersebut menjadi pondasi agar perempuan dapat menjelma menjadi pilar tangguh dalam mewujudkan masyarakat yang maju, sejahtera, dan berkeadilan menuju Indonesia Emas 2045. (mrn/ree/rds)