PURWOREJO, Joglo Jateng – Dinas Perpustakaan Umum dan Kearsipan (Dinpusip) Kabupaten Purworejo melakukan langkah proaktif memburu berbagai naskah kuno yang tersebar di luar daerah untuk segera dialihmediakan.
Upaya pelestarian secara digital ini merupakan langkah krusial guna menyelamatkan warisan sejarah sekaligus merawat memori kolektif bangsa agar tak lekang dimakan usia.
Komitmen tersebut dibuktikan saat tim Bidang Perpustakaan yang dipimpin langsung oleh Kepala Bidang (Kabid) Perpustakaan, Sigit Sudibyo, rela melawat jauh hingga ke Kabupaten Cilacap demi menemui pemilik manuskrip bersejarah.
Pemilik naskah kuno tersebut diketahui bernama Wisnu Budi Setiawan, warga keturunan asli Bagelen yang saat ini bekerja sebagai pimpinan cabang sebuah bank terkemuka di Cilacap.
Menyelamatkan Warisan Leluhur Bagelen
Sigit menjelaskan bahwa dokumen bersejarah yang diserahkan tersebut merupakan warisan turun-temurun dari leluhur Wisnu di wilayah Kabupaten Purworejo.
Ia sangat mengapresiasi inisiatif warga yang bersedia merelakan aset sejarah keluarganya untuk dikonservasi dan didigitalisasi oleh instansi pemerintah.
“Kami menyampaikan apresiasi atas kesediaan pemilik meminjamkan naskah kuno untuk diproses alih media. Kesadaran seperti ini sangat kami harapkan, untuk bersama-sama melestarikan warisan leluhur sebagai bagian merawat memori kolektif bangsa,” kata Sigit, Rabu (22/4/2026).
Misteri Isi Teks Naskah Kuno
Di sisi lain, Wisnu mengaku sangat lega dan dengan senang hati meminjamkan naskah warisan keluarganya tersebut kepada Dinpusip Kabupaten Purworejo agar dapat dikonversi menjadi data digital yang aman.
Menariknya, Wisnu sendiri rupanya belum mengetahui secara pasti apa makna dan isi tulisan kuno yang selama ini ia simpan rapat-rapat tersebut.
“Syukur-syukur bisa diterjemahkan. Soalnya saya sendiri tidak tahu apa isi dari naskah kuno ini,” ungkapnya.
Ia meyakini langkah digitalisasi naskah kuno Purworejo ini akan membuat manuskrip tersebut jauh lebih bermanfaat untuk dikaji dan dipelajari oleh para peneliti maupun generasi mendatang.
“Saya tahu kalau naskah ini hanya saya simpan, pasti lama kelamaan akan rusak. Maka dengan alih media, naskah ini akan dapat bertahan lama karena sudah di-copy dalam bentuk digital,” pungkasnya. (mrn/ree/rds)










