PURWOREJO, Joglo Jateng – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Purworejo menegaskan bahwa kebersihan kawasan dan kesiapan Sumber Daya Manusia (SDM) merupakan syarat mutlak dalam pengembangan desa wisata Purworejo. Faktor fundamental ini dinilai jauh lebih krusial untuk menjaga kepuasan wisatawan dibandingkan sekadar pengajuan infrastruktur fisik semata.
Pesan tegas tersebut disampaikan langsung oleh Wakil Bupati (Wabup) Purworejo, Dion Agasi Setiabudi, saat menggelar touring pemantauan ke sejumlah Daya Tarik Wisata (DTW) di Kecamatan Bruno.
Pemerintah daerah mengingatkan agar pengelola tidak sampai membuat pengunjung kecewa akibat lingkungan yang kotor. Jika reputasi destinasi memburuk, pihak desa itu sendiri yang akan menanggung kerugian ekonomi karena wisatawan enggan kembali.
Tinjau Potensi Alam Kecamatan Bruno
Kegiatan pemantauan ini dibalut dalam program Dolan Desa Wisata (Doldeswita) yang diinisiasi oleh Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Dinporapar) Kabupaten Purworejo.
Dalam kunjungan tersebut, Wabup Dion didampingi sang istri yang juga menjabat Ketua TP PKK Kabupaten Purworejo, Raja Thifal Mazaya Izzati. Turut hadir pula Kepala Dinporapar, Bangun Erlangga Ibrahim, beserta jajaran terkait.

Sekretaris Dinporapar Kabupaten Purworejo, Dyah Woro Setyaningsih menjelaskan, rombongan meninjau empat lokasi wisata Bruno Purworejo yang memiliki potensi besar.
“Kunjungan diawali ke Curug Muncar Desa Kaliwungu, kemudian ke Curug Gunung Putri Desa Cepedak. Lalu lanjut ke Puncak Kayangan Sigendol di Desa Giyombong dan terakhir ke Curug Kyai Kate di Desa Gunung Condong,” tuturnya, Senin (27/4/2026).
Woro mengungkapkan, para kepala desa beserta warga sangat antusias menyambut kedatangan rombongan. Mereka memanfaatkan momentum tersebut untuk menyampaikan progres pengelolaan wisata sekaligus mengusulkan perbaikan akses jalan.
Kebersihan Lebih Utama dari Infrastruktur
Menanggapi usulan warga di Curug Gunung Putri, Wabup Dion memastikan bahwa kebutuhan infrastruktur akan ditampung dan menjadi perhatian pemerintah daerah. Namun, ia menekankan bahwa fasilitas jalan yang mulus tidak akan ada artinya jika tempat wisata dibiarkan kotor.
“Selain SDM, salah satu syarat dari wisata adalah bersih. Beberapa kali Pak Wabup mengatakan, bahwa nomor satu yang paling diutamakan bersih dulu,” kata Woro mengulangi instruksi Wabup Dion.
Ia menambahkan, Pemkab sebenarnya bisa dan siap melakukan promosi wisata secara masif. Namun, hal itu bisa menjadi bumerang jika realita di lapangan tidak sesuai harapan wisatawan.
“Supaya jika Pemda sudah masif promosi, pengunjung datang jauh-jauh tidak kecewa karena tempatnya kotor. Kalau kecewa, mereka pasti tak mau balik lagi, yang rugi desa,” paparnya.
Oleh karena itu, Woro mendorong kesiapan SDM pariwisata dan manajemen Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) di tingkat desa. Mereka dituntut untuk membumikan prinsip Sapta Pesona, yakni jaminan kondisi yang Aman, Tertib, Bersih, Sejuk, Indah, Ramah, dan penuh Kenangan. (mrn/ree/rds)










