Kendal  

Kisah Inspiratif Sedekaholic Community Kendal, 11 Tahun Rutin Berbagi Nasi Tanpa Yayasan Formal

LANGSUNG: Relawan berkendara sambil membagikan nasi bungkus kepada warga yang membutuhkan di jalanan, Jumat (5/6/2026). (ISTIMEWA/JOGLO JATENG)

Meski jumlah relawan semakin banyak, Sedekaholic Community tetap mempertahankan konsep awal sebagai gerakan sosial berbasis sukarela tanpa struktur organisasi formal maupun yayasan.

Pendanaan kegiatan dilakukan secara mandiri oleh para relawan yang menyisihkan sebagian rezekinya setiap pekan untuk membeli nasi bungkus yang akan dibagikan kepada masyarakat.

“Kami sengaja membeli di warung-warung kecil. Jadi yang merasakan manfaat bukan hanya penerima nasi, tetapi juga pedagang yang menjualnya,” jelas Edi.

Selain program berbagi nasi bungkus, Sedekaholic Community juga mengembangkan berbagai kegiatan sosial lainnya, seperti donor darah, bazar pakaian layak pakai, bantuan perlengkapan ibadah, pemberian Al-Qur’an, santunan anak yatim piatu, hingga pemasangan listrik gratis bagi warga kurang mampu.

Saat bulan Ramadan, kegiatan berbagi nasi setiap Jumat dialihkan menjadi pembagian takjil dan buka puasa bersama anak yatim.

Salah satu relawan Pos Kota Kendal, Purwanto, mengaku tergerak membentuk kelompok relawan setelah mengikuti kegiatan berbagi yang dilakukan Sedekaholic Community di Kaliwungu.

“Awalnya hanya ikut membantu membagikan nasi. Lama-kelamaan muncul keinginan untuk menjalankan kegiatan yang sama di Kota Kendal dan sampai sekarang masih berlangsung,” ujarnya. (ags/iza/rds)