KUDUS, Joglo Jateng – Di tengah semarak Car Free Day (CFD) Kabupaten Kudus pada Minggu (19/7/2026), sebuah program unik menarik perhatian. Program ini diinisiasi oleh Komunitas Kresek Indonesia (Kresek.id).
Komunitas yang telah berdiri sejak 2015 ini memiliki program bertajuk Beasiswa Lingkungan. Pertemuan kedua program tersebut digelar di Perpustakaan Daerah Gedung B.
Uniknya, beasiswa ini didanai dari hasil pengumpulan sampah anorganik masyarakat. Mereka menyebut program pengumpulan ini sebagai Sedekah Sampah.
Pendiri Komunitas Kresek Indonesia, Faesal Adam (33) menjelaskan, konsep awal program ini adalah mengajak warga menyetorkan sampah. Sampah tersebut meliputi kardus, botol plastik, minyak jelantah, besi, hingga aluminium.
“Kami menerima sampah dari masyarakat sebulan sekali di dua titik, lalu kami jual ke pengepul. Hasilnya kami putarkan lagi untuk kegiatan sosial, salah satunya beasiswa,” ujarnya.
Adam memaparkan, sampah bisa disetorkan di kediamannya di Desa Jati Wetan, Kecamatan Jati. Selain itu, warga juga bisa menyetorkan ke basecamp komunitas di Jalan Sosrokartono Gang Jambu, Desa Barongan.
“Tidak ada batasan minimal. Bahkan kalau banyak, kami jemput ke rumah,” tambahnya.
Program Sedekah Sampah ini sudah berjalan sejak 2019. Hingga kini, mereka konsisten membantu pendidikan pelajar di Kudus.
Koordinator program Beasiswa Lingkungan, Faqih menyebutkan, tahun 2026 ini komunitas menyiapkan kuota untuk belasan siswa SMA sederajat.
“Masing-masing penerima akan mendapatkan dana pendidikan hingga Rp 1 juta per orang. Kami seleksi dari siswa yang aktif dan memiliki kepedulian terhadap lingkungan sekitar,” jelas Faqih.










