SEMARANG, Joglo Jateng – Tim Pengabdian kepada Masyarakat (Pengabmas) Jurusan Kesehatan Gigi Politeknik Kesehatan (Poltekkes) Kemenkes Semarang mengembangkan media pembelajaran kreatif berbasis kewirausahaan.
Inovasi ini menjadi edukasi kesehatan gigi dan mulut bagi anak usia sekolah dasar (SD).
Kegiatan tersebut dilaksanakan di SD Kramas, Kecamatan Tembalang, Kota Semarang, Selasa (28/7/2026). Tujuannya sebagai upaya meningkatkan pengetahuan dan membentuk kebiasaan menjaga kesehatan gigi sejak usia dini.
Kegiatan bertajuk Inovasi Pembuatan Media Pembelajaran Berbasis Kewirausahaan Mahasiswa sebagai Solusi Edukasi Kesehatan Gigi ini diketuai oleh Irmanita Wiradona, S.Si.T., M.Kes.
Ia didampingi oleh anggota tim, yakni Nindhita Enhar, S.Tr.Kes., M.Tr.TGM. dan Agnes Lia, S.Tr.Kes., M.Tr.TGM.
Kegiatan ini melibatkan mahasiswa Jurusan Kesehatan Gigi Poltekkes Kemenkes Semarang sebagai bagian dari implementasi tridarma perguruan tinggi. Khususnya, pengabdian kepada masyarakat yang berorientasi pada pemberdayaan dan inovasi pendidikan kesehatan.
Pada kegiatan tersebut, tim memperkenalkan media pembelajaran berupa flip chart yang dirancang secara kreatif. Media ini dibuat dengan memanfaatkan bahan-bahan yang ramah lingkungan.
Media disusun menggunakan bahasa yang sederhana, ilustrasi menarik, serta warna yang komunikatif.
Materi di dalamnya juga disesuaikan dengan karakteristik anak sekolah dasar sehingga mampu meningkatkan minat belajar dan mempermudah penyampaian pesan kesehatan.
Selain memperkenalkan media pembelajaran, tim juga memberikan edukasi mengenai pentingnya menjaga kesehatan gigi dan mulut. Mereka mengajarkan cara dan waktu yang tepat untuk menyikat gigi, serta kebiasaan hidup sehat untuk mencegah karies gigi.
Seluruh kegiatan dikemas secara interaktif sehingga siswa tidak hanya mendengarkan materi.
Siswa juga diajak aktif berdiskusi, menjawab pertanyaan, dan mencoba menggunakan media pembelajaran yang telah dikembangkan.
Ketua Tim Pengabmas, Irmanita Wiradona, S.Si.T., M.Kes. mengatakan, pengembangan media pembelajaran ini merupakan bagian dari inovasi pembelajaran.
Tujuannya tidak hanya meningkatkan efektivitas edukasi kesehatan, tetapi juga membangun kreativitas dan jiwa kewirausahaan mahasiswa.
“Kami ingin menghadirkan edukasi kesehatan gigi yang tidak hanya informatif, tetapi juga menarik dan menyenangkan bagi anak-anak,” ujarnya.










