Investasi Jateng Semester I 2026 Capai Rp 48,55 Triliun, Serap 213 Ribu Tenaga Kerja

Kepala DPMPTSP Jawa Tengah, Sakina Rosellasari. (HAFIFAH NUR CHASANAH/JOGLO JATENG)

SEMARANG, Joglo Jateng – Kinerja investasi di Jawa Tengah terus menunjukkan tren positif pada Semester I 2026.

Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Jawa Tengah mencatat realisasi investasi sepanjang Januari–Juni 2026 mencapai Rp 48,55 triliun atau 48,9 persen dari target tahunan sebesar Rp 99,09 triliun.

Pada Triwulan II 2026, realisasi investasi tercatat sebesar Rp 25,53 triliun. Angka ini meningkat 10,88 persen dibandingkan Triwulan I yang mencapai Rp 23,02 triliun.

Kepala DPMPTSP Jawa Tengah, Sakina Rosellasari mengatakan, capaian tersebut menunjukkan iklim investasi di Jawa Tengah tetap kondusif. Hal ini terjadi meski kondisi ekonomi dan geopolitik global masih diliputi ketidakpastian.

“Realisasi triwulan kedua ini Alhamdulillah, di tengah kondisi geopolitik yang tidak baik-baik saja, Jawa Tengah tetap bertumbuh 10,9 persen dari triwulan pertama Rp 23,02 triliun menjadi Rp 25,53 triliun,” ujarnya saat dikonfirmasi, Jumat (31/7/2026).

Menurut Sakina, investasi pada Semester I 2026 masih didominasi Penanaman Modal Asing (PMA) dengan nilai Rp 25,92 triliun atau 53,4 persen dari total investasi. Sementara Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) mencapai Rp 22,62 triliun atau 46,6 persen.

Seluruh investasi tersebut terealisasi melalui 55.989 proyek. Puluhan ribu proyek ini tersebar di berbagai kabupaten dan kota di Jawa Tengah.

“Dalam semester pertama ini, investasi didominasi PMA. Total proyek yang terealisasi mencapai 55.989 proyek,” katanya.

Dengan capaian tersebut, DPMPTSP optimistis target investasi tahun 2026 sebesar Rp 99,09 triliun dapat tercapai.

“Capaian Semester I 2026 sebesar Rp 48,55 triliun. Kami optimistis target investasi tahun ini dapat tercapai dengan melihat tren yang terus bergerak positif,” ungkapnya.

Masuknya investasi juga berdampak pada peningkatan penyerapan tenaga kerja. Sepanjang Semester I 2026, sebanyak 213.217 tenaga kerja terserap dari puluhan ribu proyek investasi yang berjalan di Jawa Tengah.

Kota Semarang menjadi daerah dengan penyerapan tenaga kerja tertinggi, yakni mencapai 33.900 orang.

Selain itu, Kota Semarang juga mencatat nilai investasi terbesar di Jawa Tengah sebesar Rp 6,57 triliun. Disusul Kabupaten Kendal Rp 6,56 triliun, Kabupaten Batang Rp 6,11 triliun, Kabupaten Temanggung Rp 4,58 triliun, dan Kabupaten Demak Rp 3,34 triliun.

“Dalam Semester I ini capaian serapan tenaga kerja di Jawa Tengah sebesar 213.217 tenaga kerja dengan jumlah proyek mencapai 55.989,” jelasnya.

Sakina menambahkan, tren investasi Jawa Tengah terus meningkat dalam lima tahun terakhir.

Berdasarkan data DPMPTSP, realisasi investasi sejak 2021 hingga Semester I 2026 selalu menunjukkan pertumbuhan yang konsisten.

“Perkembangan realisasi lima tahun terakhir mulai 2021 hingga Semester I 2026 secara akumulatif trennya terus meningkat,” pungkasnya. (hfh/iza/rds)