PEMALANG, Joglo Jateng – Sebanyak 43 karyawan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kebondalem 02 Pemalang mengikuti sosialisasi dan edukasi penanggulangan kebakaran.
Kegiatan ini digelar di halaman SPPG setempat, Sabtu (8/8/2026).
Kegiatan yang berlangsung dari pukul 09.00 hingga 10.00 WIB itu menghadirkan narasumber utama.
Yakni Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Pemalang, Drs. Achmad Hidayat, M.M.
Edukasi tersebut merupakan bentuk keseriusan SPPG Kebondalem 02 dalam meningkatkan kewaspadaan. Khususnya terhadap potensi bahaya kebakaran di lingkungan kerja.
Mengingat, SPPG merupakan dapur produksi makanan bergizi yang setiap hari mengolah bahan pangan dalam skala besar.
Risiko kebakaran akibat kelistrikan maupun kompor gas menjadi perhatian utama yang perlu diantisipasi sejak dini.
Dalam pemaparannya, Achmad Hidayat memperkenalkan secara mendalam tugas pokok dan fungsi (tupoksi) Satpol PP Damkar.
Ia juga memberikan pemahaman teoretis tentang segitiga api.
Ia menjelaskan bahwa api dapat terjadi apabila tiga unsur saling bertemu. Ketiga unsur tersebut yakni oksigen, panas, dan bahan bakar.
“Memahami segitiga api adalah fondasi dasar dalam upaya pencegahan kebakaran. Jika salah satu unsur bisa dihilangkan, maka api tidak akan muncul,” ujar Achmad Hidayat.
Materi kemudian dilanjutkan dengan klasifikasi kebakaran yang dibedakan berdasarkan jenis bahan yang terbakar. Klasifikasi ini mulai dari kebakaran kelas A hingga kelas D.
Para karyawan juga dibekali pengetahuan tentang langkah-langkah pencegahan kebakaran di lingkungan dapur produksi.
Termasuk teknik penanganan awal jika terjadi keadaan darurat, baik yang berkaitan dengan kebakaran maupun insiden nonkebakaran.
Kepala Satpol PP Damkar Kabupaten Pemalang itu menambahkan, pelatihan semacam ini penting dilakukan secara berkala. Terutama di tempat-tempat yang berpotensi tinggi terhadap risiko kebakaran.
“Kami dari Damkar Pemalang selalu siap memberikan edukasi dan pelatihan kepada masyarakat maupun instansi,” ungkapnya.
“Dengan pelatihan ini, para karyawan tidak hanya tahu teori, tetapi juga mampu melakukan tindakan cepat dan tepat ketika menghadapi situasi darurat,” tegasnya. (fan/rds)










