PURWOREJO, Joglo Jateng – Dalam rangka memperingati Hari Bakti Dokter Indonesia, Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kabupaten Purworejo mengadakan Beach MediRun 2026.
Acara ini digelar di Pantai Jetis, Desa Patutrejo, Kecamatan Grabag, Minggu (9/8/2026).
Ratusan peserta kegiatan bertema ‘Sehat Bersama, Layani Sepenuh Hati’ tersebut dilepas langsung oleh Bupati Purworejo Yuli Hastuti. Pelepasan ini ditandai dengan pengibaran bendera start.
Ketua Panitia Beach MediRun 2026, dr. Andreas Fredi Arisanto mengatakan, kegiatan tersebut mendapat respons masyarakat yang jauh melampaui perkiraan awal.
Para peserta terdiri dari tenaga kesehatan bersama keluarga dan masyarakat umum.
Beach MediRun ini adalah jenis fun run yang memadukan olahraga, edukasi kesehatan, dan kebersamaan keluarga. Kegiatan ini sekaligus menjadi sarana promosi pariwisata.
Beach MediRun 2026 merupakan kegiatan yang diinisiasi dan diselenggarakan melalui kolaborasi 18 organisasi profesi tenaga kesehatan se-Kabupaten Purworejo.
“Awalnya kami hanya menargetkan 100 peserta. Tetapi antusiasmenya terus meningkat,” ungkap dr. Andreas.
Ia menjelaskan, sampai penutupan pendaftaran pada 1 Agustus 2026, jumlah pendaftar mencapai sekitar 610 peserta.
Dalam sambutannya, Bupati Purworejo Hj. Yuli Hastuti menyambut positif pelaksanaan Beach MediRun 2026.
Ia menilai konsep lari di kawasan pantai menjadi sesuatu yang menarik karena memberikan pengalaman berbeda bagi peserta.
Kegiatan tersebut juga dinilai memiliki fungsi ganda. Selain mengajak masyarakat berolahraga dan menjaga kesehatan, ajang ini dapat menjadi sarana promosi destinasi wisata Kabupaten Purworejo.
“Ini event yang baru pertama kali di Purworejo. Biasanya lari di jalan, tetapi ini di pasir,” kata Yuli Hastuti.
Pihaknya berharap agar kegiatan yang baru pertama kali digelar ini bisa terus berjalan setiap tahun dan ditingkatkan lagi.
Menurutnya, Pantai Jetis memiliki potensi untuk semakin dikenal. Tidak hanya oleh masyarakat Purworejo, tetapi juga wisatawan dari luar daerah.
Menariknya, Beach MediRun tidak hanya diikuti tenaga kesehatan. Masyarakat umum dan keluarga turut ambil bagian.
Hal ini menjadikan kegiatan tersebut sebagai ruang kebersamaan lintas profesi dan usia. (mrn/rds)










