KEBUMEN, Joglo Jateng – Mahasiswa UIN Walisongo Semarang yang tergabung dalam Kelompok 094 KKN Kolaborasi UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri (Saizu) Purwokerto 2026 menggelar sosialisasi bertema “Anti-Bullying dan Butterfly Hug: Sayangi Diri, Hormati Teman” di SD Islam Al Hikmah Sempor, Kebumen, Selasa (11/8/2026).
Kegiatan yang menyasar siswa kelas 4 tersebut mengajak peserta didik mengenali perasaan diri sendiri, belajar menenangkan diri, serta memahami pentingnya menghargai teman.
Pesan yang disampaikan tidak hanya tentang mencegah perundungan, tetapi juga membangun kesadaran bahwa menyayangi diri sendiri merupakan bagian penting dalam menciptakan hubungan yang sehat dengan orang lain.
Kelompok 094 merupakan bagian dari program KKN Kolaborasi UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto yang melibatkan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi, yakni UIN Walisongo Semarang, UIN Sunan Gunung Djati Bandung, dan UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan.
Selama ini, pesan untuk saling menghargai dan tidak melakukan bullying kerap disampaikan kepada anak-anak.
Namun, kemampuan untuk mengenali serta menerima perasaan diri sendiri juga menjadi hal penting yang perlu ditanamkan sejak dini.
Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa mengajak siswa memahami bahwa menyayangi diri bukanlah bentuk sikap egois.
Sebaliknya, hal itu dapat menjadi pondasi untuk membangun sikap empati, menghargai orang lain, dan mengendalikan diri ketika menghadapi situasi yang tidak menyenangkan.
Dalam sesi sosialisasi, mahasiswa menjelaskan berbagai bentuk bullying, dampaknya terhadap korban maupun pelaku, serta langkah sederhana yang dapat dilakukan untuk mencegah perundungan di lingkungan sekolah.
Materi disampaikan dengan bahasa sederhana dan disertai contoh situasi sehari-hari yang dekat dengan kehidupan siswa, baik saat berada di kelas maupun ketika bermain bersama teman.
Puncak kegiatan diisi dengan praktik Butterfly Hug atau “pelukan kupu-kupu”.
Teknik ini dilakukan dengan menyilangkan kedua tangan di depan dada, kemudian menepuk bahu secara bergantian.
Mahasiswa menjelaskan bahwa teknik tersebut dapat digunakan sebagai salah satu cara sederhana untuk membantu seseorang menenangkan diri ketika sedang merasa cemas, sedih, atau kewalahan.
Siswa diajak berhenti sejenak, mengenali apa yang dirasakan, kemudian memberi diri sendiri waktu untuk lebih tenang sebelum merespons suatu masalah.
Antusiasme siswa terlihat sepanjang kegiatan. Mereka mengikuti praktik Butterfly Hug dengan penuh perhatian. Suasana semakin hangat ketika para siswa saling memberikan dukungan dan berpelukan dengan teman.










