KEBUMEN, Joglo Jateng – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kolaborasi Kelompok 92 menggelar edukasi kesehatan dan gizi sekaligus pelatihan pemanfaatan pekarangan rumah sebagai kebun gizi di Balai Desa Kedungjati, Kecamatan Sempor, Kabupaten Kebumen, Selasa (11/8/2026).
Kegiatan yang dimulai pukul 09.00 WIB tersebut menjadi salah satu upaya mahasiswa dalam membantu mencegah stunting sekaligus mendorong kemandirian pangan masyarakat desa.
Program unggulan itu diinisiasi 14 mahasiswa gabungan dari lima Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN), yakni UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto sebagai tuan rumah, UIN Walisongo Semarang, UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan, UIN Sunan Gunung Djati Bandung, dan Universitas Annuqayah Sumenep.
Dalam pelaksanaannya, mahasiswa menggandeng Puskesmas Sempor 2 dan Kelompok Tani Desa Kedungjati sebagai mitra.
Sesi pertama diisi Ahli Gizi Puskesmas Sempor 2, Suparni, S.ST., yang menyampaikan materi mengenai pentingnya pemenuhan gizi seimbang pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK).
Ia juga menjelaskan pentingnya penerapan pola makan yang tepat sebagai salah satu langkah pencegahan stunting, khususnya pada balita di Desa Kedungjati.
“Pencegahan stunting harus dimulai dari pemenuhan asupan nutrisi harian di rumah tangga. Pemanfaatan pekarangan untuk menanam sayuran kaya gizi merupakan langkah yang tepat dan ekonomis bagi keluarga,” jelas Suparni.
Setelah sesi edukasi kesehatan, kegiatan dilanjutkan dengan pelatihan praktis budidaya kebun gizi pekarangan. Pelatihan dipandu Ketua Kelompok Tani Desa Kedungjati, Paidi.
Bersama mahasiswa KKN, Paidi mendemonstrasikan pembuatan media tanam menggunakan bahan-bahan lokal. Racikan tersebut terdiri atas satu bagian tanah humus, dua bagian pupuk organik, dan satu bagian sekam bakar yang dicampurkan ke dalam wadah polybag.
Menurut Paidi, pemanfaatan pekarangan dengan media tanam yang tepat memungkinkan masyarakat membudidayakan berbagai jenis sayuran meskipun memiliki lahan terbatas.
“Dengan racikan media tanam yang tepat, warga dapat menanam dan memanen sayuran segar seperti terong, bayam, dan cabai meskipun di lahan yang sempit,” ujarnya.
Kegiatan tersebut diikuti puluhan peserta yang terdiri atas ibu hamil, ibu menyusui, hingga kader Posyandu.
Selain memperoleh edukasi dan praktik budidaya, peserta juga menerima bantuan bibit tanaman pangan serta polybag secara gratis.
Ketua KKN Kolaborasi Kelompok 92 menyampaikan apresiasi kepada Puskesmas Sempor 2, Kelompok Tani Desa Kedungjati, dan pemerintah desa yang telah mendukung pelaksanaan program tersebut.










