Demak  

KKN MIT UIN Walisongo Bekali Warga Kedungori Kelola Media Sosial

DEMAK, Joglo Jateng – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) MIT Posko 125 UIN Walisongo Semarang menggelar pelatihan pengelolaan media sosial bagi warga Desa Kedungori, Kecamatan Dempet, Kabupaten Demak, Rabu (12/8/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Balai Desa Kedungori tersebut diikuti 20 peserta yang terdiri atas anggota Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) dan aparatur desa.

Pelatihan ini digelar untuk mendukung promosi produk unggulan serta potensi wisata budaya Desa Kedungori melalui platform digital.

Pelatihan pengelolaan media sosial tersebut merupakan lanjutan dari kelas desain yang digelar mahasiswa KKN pada Senin (10/8/2026).

Melalui rangkaian kegiatan itu, warga didorong untuk tidak hanya mampu membuat desain visual, tetapi juga mengoptimalkannya sebagai bahan promosi di media sosial.

Mahasiswa KKN berharap pengurus Pokdarwis dan aparatur desa dapat mengelola media sosial secara lebih terarah untuk memperkenalkan berbagai potensi Desa Kedungori kepada masyarakat luas.

Konten yang dibagikan dapat berupa informasi mengenai agenda Pokdarwis, produk unggulan, destinasi wisata budaya, kegiatan masyarakat, hingga perkembangan pembangunan desa.

Dengan pengelolaan yang konsisten, keberadaan media sosial diharapkan mampu membangun citra positif Desa Kedungori di ranah digital.

Selain memperluas jangkauan informasi, strategi tersebut dinilai dapat membuka peluang kerja sama serta meningkatkan minat masyarakat dari luar daerah untuk berkunjung ke Desa Kedungori.

Dalam pelatihan, materi disampaikan tiga anggota KKN MIT Posko 125, yakni Arelian Muhammad Fatin, Fajar Nanda Perdana, dan Dienty Ayunindya.

Materi mencakup strategi pembuatan konten, teknik fotografi sederhana untuk kebutuhan promosi, serta cara mengelola akun media sosial secara konsisten dan menarik.

Peserta mengikuti kegiatan secara interaktif. Mereka aktif bertanya dan berdiskusi dengan pemateri.

Peserta juga diajak mempraktikkan secara langsung pembuatan konten promosi yang dapat digunakan untuk memperkenalkan produk dan potensi wisata desa.

Koordinator Divisi Komunikasi dan Informasi (Kominfo) sekaligus panitia penyelenggara, Muhammad Fuadi, mengatakan pelatihan tersebut dirancang agar warga mendapatkan keterampilan promosi digital yang dapat langsung diterapkan.

“Kami ingin peserta tidak hanya paham teori, tetapi benar-benar bisa langsung praktik membuat konten yang siap diunggah untuk mempromosikan produk dan wisata Desa Kedungori,” ujarnya.

Ketua Pokdarwis Desa Kedungori, Indri, menyambut positif kegiatan tersebut.

Menurutnya, pelatihan pengelolaan media sosial sangat dibutuhkan karena promosi wisata desa selama ini masih terbatas.

“Pelatihan seperti ini sangat kami butuhkan karena selama ini promosi wisata desa masih terbatas dan belum maksimal di media sosial,” katanya.