KUDUS, Joglo Jateng – Pendidikan madrasah Lembaga Pendidikan (LP) Ma’arif Nahdlatul Ulama (NU) Kudus menghadapi tantangan besar. Yakni melahirkan peserta didik unggul dan berdaya saing global.
Di sisi lain, nilai-nilai Ahli Sunah wal Jamaah (Aswaja) tetap harus menjadi ruh dalam setiap proses pembelajaran.
Semangat tersebut mengemuka dalam Rapat Kerja Dinas (Rakerdin) LP Ma’arif NU Kudus 2026. Acara ini digelar di Sapphire Boutique Hotel Kudus, belum lama ini.
Kegiatan ini mengusung tema “LP Ma’arif NU Kudus Bersinergi Mewujudkan Pendidikan Unggul, Berkarakter, dan Berdaya Saing Global”.
Forum tersebut mempertemukan jajaran pengurus LP Ma’arif NU Kudus dan kepala madrasah atau sekolah di bawah naungan lembaga tersebut. Hadir pula sejumlah tokoh pendidikan dan ulama.
Ketua LP Ma’arif NU Kudus, K. Ridwan mengatakan, kemajuan madrasah tidak cukup hanya diukur dari prestasi akademik.
Pendidikan juga harus mampu membentuk peserta didik yang memiliki karakter kuat. Sekaligus mampu menghadapi tantangan dunia yang terus berubah.
“Anak-anak kita harus mampu bersaing di kancah global. Mari kita bimbing mereka dengan cinta,” ujarnya.
Menurut Ridwan, pendidikan yang humanis menjadi salah satu kunci. Hal ini agar madrasah tidak hanya menghasilkan siswa berprestasi.
Namun juga mencetak generasi yang memiliki kepedulian, karakter, dan nilai-nilai agama yang kuat.
Persoalan kesetaraan juga menjadi salah satu perhatian dalam Rakerdin tersebut.
Wakil Ketua Komisi VIII Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia (RI) H. Abdul Wachid menyoroti hal ini.
Ia menyebut masih adanya kesenjangan antara madrasah di bawah Kementerian Agama dan sekolah di bawah Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.
Ia menilai madrasah semestinya memperoleh kesempatan yang sama dalam mengakses berbagai program pemerintah. Termasuk dukungan sarana prasarana dan peningkatan kesejahteraan guru.
“Kalau sekolah dapat smart board, madrasah juga harus dapat,” tegasnya.
Menurut legislator asal Jepara tersebut, pembangunan pendidikan tidak seharusnya hanya berbicara mengenai prestasi peserta didik.
Persoalan kesejahteraan guru, sarana prasarana, serta kesetaraan akses terhadap program pemerintah juga menjadi bagian penting yang harus diperhatikan.










