PEKALONGAN, Joglo Jateng – Komunitas Gusdurian Pekalongan menggelar forum diskusi rutin bertajuk Jagongan Pemikiran Gus Dur (JPG) di Monumen Juang Kota Pekalongan pada Selasa (11/8/2026).
Kegiatan yang digelar sebagai bagian dari peringatan hari lahir (harlah) Gus Dur ini menghadirkan sejumlah penggiat komunitas. Tujuannya untuk mendalami serta merawat nilai-nilai pemikiran Presiden Ke-4 RI, Abdurrahman Wahid.
Forum JPG rencananya akan digelar secara konsisten setiap dua pekan sekali.
Menurut Presidium Komunitas Gusdurian Pekalongan, Amir Muzaki, inisiasi forum ini tidak hanya dimaksudkan sebagai ruang kaji reflektif. Namun, juga untuk memperkuat konsolidasi gerakan bersama jejaring masyarakat sipil di Kota Pekalongan.
“Kami menggagas forum ini salah satunya juga untuk konsolidasi gerakan bersama jejaring masyarakat sipil,” ujar Amir, Selasa (11/8/2026).
Ia menjelaskan bahwa JPG diharapkan menjadi wadah untuk mengontekstualisasikan gagasan-gagasan Gus Dur dengan kondisi kekinian.
Menurutnya, pemikiran Gus Dur tentang keberagaman, demokrasi, dan kemanusiaan masih sangat relevan untuk terus dikaji di tengah dinamika kebangsaan saat ini.
Senada dengan Amir, Penggerak Inti Komunitas Gusdurian Pekalongan, Ihza Maulina menambahkan bahwa forum ini menjadi ruang bagi generasi muda. Utamanya untuk memahami secara utuh sembilan nilai utama yang diajarkan Gus Dur.
Ia berharap JPG tidak hanya berhenti sebagai kegiatan diskusi biasa, tetapi mampu mendorong aksi nyata di masyarakat.
“Kami ingin JPG menjadi ruang pemahaman yang tidak hanya teoretis, tetapi juga aplikatif. Nilai-nilai keteladanan Gus Dur harus hidup dalam keseharian kita,” ungkap Ihza. (cr2/rds)










