PATI, Joglo Jateng – Debit air di Waduk Seloromo yang berada di Kecamatan Gembong, Kabupaten Pati mengalami penyusutan yang cukup drastis pada musim kemarau tahun ini. Bahkan penurunan debit airnya mencapai 70 persen dari kondisi normal.
Hal tersebut disampaikan oleh Pengelola Waduk Seloromo Muhammad Irfan, Senin (16/10/23). Ia menyebut volume air di yang berada di Lereng Muria itu di angka 1,7 meter kubik. Sementara saat kondisi normal bisa mencapai 5,2 juta meter kubik.
Meskipun demikian, air dari waduk tersebut masih aman untuk mengaliri sawah di sejumlah wilayah selama masa tanam (MT) 3. Yakni diperkirakan hingga satu bulan ke depan.
“Kondisi waduk dari awal Oktober hingga sekarang masih mengaliri pertanian. Namun untuk sementara dihentikan dan akan dibuka lagi tiga hari ke depan untuk pengairan. Hal ini sesuai dengan permintaan petani,” kata dia, Senin (16/10/23).
Pihaknya mengungkapkan, pengairan di area persawahan dilakukan secara bergilir dalam sepekan sesuai permintaan petani di beberapa wilayah. Meliputi pertanian yang ada di Kecamatan Margorejo, Pati, Gembong, Wedarijaksa hingga Juwana.
Sementara penyusutan air di Waduk Seloromo disebut sudah terjadi sejak Agustus lalu karena sudah tidak hujan. Sehingga ada penggelontoran air ke area persawahan.
“Penyusutan air di Waduk Seloromo tahun ini tergolong paling parah. Sebab, tahun lalu intensitas hujan masih cukup sering. Kalau untuk permintaan pengairan, itu paling tinggi 1,5 juta meter kubik,” pungkasnya. (lut/fat)










