Bangkitkan Pencak Silat Warisan Budaya Bangsa

ATRAKTIF: Para peserta PMF ke 6 Tahun 2019 saat menampilkan koreografi pencak silat di Monumen Serangan Umum 1 Maret. (ISTIMEWA/JOGLO JOGJA)

KOTA, Joglo Jogja – Setelah tiga tahun vakum akibat pandemi Covid-19 Pencak Malioboro Festival (PMF) ke 7 akan kembali digelar pada 10-11 November di Taman Pintar Yogyakarta. Acara itu dilaksanakan kembali untuk membangkitkan Pencak Silat sebagai Warisan Budaya Bangsa Indonesia.

Perwakilan panitia PMF ke 7 Arief Baskoro mengatakan, untuk ketujuh kalinya pesta silat berkelas internasional kembali diselengarakan di Yogyakarta. Sebuah acara yang diharapkan mampu membangkitkan, melestarikan dan mempopulerkan kembali pencak silat sebagai warisan budaya bangsa Indonesia

“Penyelengaraan PMF ke 7 ini adalah awal dari kebangkitan kami setelah vakum tidak menyelengarakan kegiatan selama tiga tahun karena pandemi Covid-19” ungkapnya dalam jumpa pers di Yogyakarta, Rabu (8/11).

Ia menambahkan, dalam pagelaran PMF ke 7 itu nantinya akan mengadakan berbagai rangkaian kegiatan seperti, Lomba Koreo Pencak, Bazar, Workshop Pencak Silat, Lomba Video Pencak Silat, Lomba Mewarnai Anak, Panggung Gebyar Pencak Silat, dan Kaulan Pencak. Serta pihaknya akan mengadakan sambung rasa bersama yang mulia Sri Paduka KGPAA Paku Alam X.

“Untuk tahun ini lomba koreografi pencak silat akan diadakan langsung dua ketegori, umum dan anak. Di mana kategori umum akan merebutkan Piala Sri sultan Hamengkubuwono X, dan kategori anak akan merebutkan Sri Paduka KGPAA Paku Alam X,” jelasnya.

Namun untuk tahun ini, pagelaran PMF ke 7 tidak mengadakan kirab pencak silat. Hal itu dilakukan untuk mempertimbangkan perkembangan pencak silat yang terjadi belakangan ini, serta dalam waktu dekat akan memasuki Pemilu.

“Dengan mengusung tema beragam tidak harus seragam, tetap bersatu dalam perbedaan kami bertekad merangkul semua elemen pencak silat tradisional, baik aliran perguruan, maupun pemerhati. Supaya bersama-sama melestarikan budaya nenek moyang Nusantara, serta mendudukan kembali pencak silat tradisional sebagai tuan rumah di negeri sendiri,” terangnya.

Di sisi lain Panita PMF Yossy Poediono mengatakan, lebih dari 35 perguruan dengan ribuan orang dari berbagai komunitas silat tanah air akan hadir ke Yogyakarta. Ini menjadi energi baru untuk menggelar kembali Pencak Malioboro Festival

“Jika ditotal untuk pesilat yang datang kurang lebih 300an peserta belum lagi pendamping, ditambah teman-teman dari luar Jogja yang ingin selalu mendukung kami. Sehingga kurang lebih 1.000 yang mendatangi PMF ke 7 ini,” pungkasnya. (riz/all)