KOTA, Joglo Jogja – Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Yogyakarta menambah dua teknologi area traffic control system (ATCS) di 2024. Keberadaan ATCS dinilai memudahkan pengaturan lalu lintas dan durasi lampu Alat Peraga Lalu Lintas (APILL) di simpang jalan. Serta sampai saat ini sedang dilakukan pengajian empat ruas jalan yang akan dipilih untuk dipasang.
Kepala Bidang Lalu Lintas Dinas Perhubungan Kota Yogyakarta Hary Purwanto mengatakan, dari 58 simpang APILL di Kota Yogyakarta sudah 38 simpang dilengkapi ATCS. Jumlah itu setara 75 persen dari total simpang APILL di Kota Yogyakarta.
Khususnya di Simpang Empat Pingit, selain ATCS juga dilengkapi sistem detektor untuk memudahkan pengaturan lampu APILL. Mengingat Simpang Pingit akses keluar masuk ke Kota Yogyakarta, sehingga lalu lintas cukup padat, dengan durasi maksimal 120 detik.
“Semua simpang target kami akan dilengkapi dengan perangkat ATCS. Setiap tahun disesuaikan dengan kemampuan anggaran. Untuk 2024 kami akan tambahkan di dua simpang,” ujarnya.
Pihaknya menjelaskan, saat ini penambahan ATCS di dua simpang itu masih dikaji lokasinya. Karena ada empat titik simpang APILL yang cukup krusial membutuhkan. Yaitu di Simpang Empat Tegalgendu, Wirosaban, Baciro dan Simpang Tiga Glagahsari.
“Keempat simpang itu tingkat kepadatan lalu lintasnya cukup tinggi. Ini nanti coba akan dilihat dari segi prioritas dan terkait daya dukung perangkat di sekitarnya, untuk kami tentukan nantinya,” paparnya.
Diharapkan, dengan penambahan ATCS itu dapat terealisasi pada triwulan ketiga 2024. Mengingat ada proses tahapan pengadaan terlebih dahulu, yang diperkirakan pada triwulan satu sampai dua tahun ini.
Sementara itu, menurutnya keberadaan ATCS cukup efektif untuk mengatur lalu lintas dan durasi lampu APILL, lantaran tidak menggunakan banyak personil di lapangan. Di mana semua pengaturan durasi lampu merah dan hijau bisa melalui ruang kontrol di Kantor Dishub.
“Jadi ketika kami monitor suatu simpang ada antrean panjang, durasi hijaunya bisa ditambah. Itu cukup program dari kantor. Sebelum ada ATCS kami harus menerjunkan personel langsung melakukan pengaturan lalu lintas dan mengubah setting lampu yang ada di simpang, dengan ini maka lebih mudah,” pungkanya.(riz/sam)










