KUDUS, Joglo Jateng – Pelestarian budaya dan kesenian lokal jadi hal yang digencarkan SD 1 Temulus agar tidak hilang oleh modernisasi seperti saat ini. Sudah sejak lama sekolah ini memiliki ekstrakurikuler (ekskul) berbasis budaya. Yaitu macapat.
Kepala SD 1 Temulus, Sudar mengungkapkan, ekstrakurikuler macapat ini memang sudah sejak lama dibuka untuk peserta didik. Tujuannya untuk menumbuhkan bakat di bidang kesenian jawa.
“Saat ini diikuti sekitar 20 an siswa setiap Sabtu yang dilatih langsung oleh salah satu guru. Karena kita tidak wajibkan semua siswa untuk mengikuti. Yang penting mereka senang dahulu,” ungkapnya kepada Joglo Jateng.
Dari adanya ekstrakurikuler tersebut, imbuh dia, banyak prestasi yang diraih. Diantaranya belum lama ini raihan prestasi oleh siswa bernama Putra M Aufan Nor Rifki sebagai Juara 1 lomba Macapat Kecamatan dalam ajang Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) dan Juara 1 Mendongeng Kecamatan oleh Moh Daffa Zakaria.
Dalam ajang MAPSI, SD 2 Temulus juga meraih juara 1 kecamatan dan juara 3 kabupaten cabang Macapat Islami oleh Putra M Aufan Nor Rifki. Kemudian juara 2 khitobah oleh Putra Rajiv El Haedar Abiyasha serta juara 1 Cerita Islami oleh Moh Daffa Zakaria.
“Prestasi yang diraih diharapkan selalu meningkat di setiap tahunnya. Lebih lagi sekolah berusaha melakukan pembinaan maksimal baik para pendamping ekstra maupun Bapak Ibu Guru,” harapnya.
Adapun ajang FTBI ini, kata dia, diharapkan bisa menjadi sarana pengenalan budaya kepada anak-anak. Agar mereka juga bisa melestarikan kekayaan budaya jawa sehingga tidak hilang dari jati diri generasi bangsa.
“Ke depan saya juga ingin ada pelestarian seni karawitan untuk para siswa. Apalagi selama ini anak-anak sangat antusias dalam belajar Bahasa Jawa,” katanya. (cr1/fat)










