BATANG – SMK Negeri 1 Kandeman menggelar pameran produk-produk inovatif hasil karya para pelajar. Sejumlah start-up berbagai keahlian yang dapat melatih anak didik berbisnis secara nyata sekaligus mencetak calon wirausaha muda baru dipamerkan.
Di antaranya ada produk alat sit up, meja transformer, dispenser otomatis, amplifier, pot bunga siram otomatis dan lainnya. Produk lain yang juga dipamerkan tidak hanya hasil karya yang sesuai jurusan saja, namun bagi mereka yang berpotensi di luar jurusan pun diberikan ruang untuk menunjukkan kemampuan. Seperti produk fesyen, aksesoris dan tanaman bonsai.
Produk yang dihasilkan dapat memenuhi dan sesuai kebutuhan masyarakat kekinian. Penggunaan produk-produknya sangat praktis sesuai yang diinginkan kaum milenial.
“Saya contohkan, lampu yang bisa dinyalakan atau dimatikan dari jarak jauh menggunakan remot tv, ada pula meja multifungsi bahkan alat sit up yang sudah laku terjual hingga luar Pulau Jawa,” terang Pengawas SMK Kabupaten Batang, Tri Indayani saat meninjau Pameran Hasil Karya Siswa dan Start Up Bisnis di Mal Kota Pekalongan, akhir pekan kemarin.
Ia meyakini, dengan kompetensi yang dimiliki mereka tidak harus melamar pekerjaan, tapi bisa menciptakan wirausaha baru yang sukses di masa depan. Tri menambahkan, para siswa tetap harus didampingi guru pembimbing produk kreatif dan kewirausahaan, supaya mempunyai wawasan yang lebih luas.
“Nantinya produk-produk yang dihasilkan tidak monoton, melainkan lebih variatif dengan inovasi yang terus dikembangkan sesuai kebutuhan masyarakat,” tegasnya.
Produk yang dipasarkan, lanjut dia, harus sesuai segmentasi pasar. Hal ini menjadi pelajaran berharga bagi anak didik. Karena melalui even pameran mereka bisa bertemu calon pembeli dengan tetap menerapkan protokol kesehatan.
“Anak didik bisa menggali apa saja kekurangan dari produk buatannya, sehingga nanti bisa menyempurnakannya. Mereka harus dibekali mental yang kuat, karena konsumen berasal dari berbagai lapisan dengan beragam kebutuhan, sehingga menarik perhatian pembeli,” paparnya.
Sementara, Kepala SMK Negeri 1 Kandeman, Suyanta mengatakan, program tersebut merupakan fasilitas dari Kemendikbud RI melalui Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan (PSMK). Menurutnya, dengan digelarnya pameran di pasar modern akan lebih mendekatkan anak didik dengan konsumen yang berasal dari beragam strata.
“Konsumen bisa memotivasi langsung, saya yakin ada yang memberi masukan, kritikan, ada juga yang membeli. Itulah pasar sesungguhnya, supaya anak-anak kami bisa menyerap informasi dari luar, sehingga produknya lebih berkualitas,” jelasnya.
Salah satu siswa jurusan Teknik Kendaraan Ringan Otomotif (TKRO), Nur Awaludin menerangkan, ada keuntungan dengan menggelar pameran di pasar modern. Menurutnya, seluruh produk inovasi dari para siswa dapat diperlihatkan langsung kepada konsumen.
“Kami ingin membantu masyarakat dengan inovasi produk karya pelajar SMK. Produk kami bisa dibeli langsung dengan tujuan dapat memberikan kemudahan dalam kehidupan sehari-hari,” katanya. (hms/fat)










