SEMARANG – Pihak Kecamatan Tembalang akhirnya buka suara mengenai tertingginya kasus aktif corona di wilayah tersebut sejak beberapa hari terakhir. Hal itu disebabkan adanya sejumlah klaster keluarga. Camat Tembalang, Kusrin, membenarkan hal itu.
“Itu kasus corona di Tembalang berawal dari adanya warga yang piknik luar kota. Ketika kembali, mereka ternyata membawa penyakit. Sehingga akhirnya kan menulari warga Tembalang dan jadi klaster keluarga,” kata Kusrin, melalui sambungan telepon, akhir pekan lalu.
Ia mengaku belum tahu pasti jumlah klaster keluarga yang ada di wilayah itu. Namun seingatnya ada sekitar 10 klaster keluarga. Terbanyak, klaster keluarga ada di wilayah Kelurahan Sendangmulyo.
Ketika ditanya mengenai tingginya kasus corona apakah juga karena Pasar Pagi Sambiroto beberapa pekan lalu, ia membantah hal tersebut. “Tidak ada, tidak ada kaitannya. Itu pasarnya sudah selesai (sudah tidak ada-red),” tegasnya.
Terkait dengan tingginya kasus corona, ia mengaku telah menggelar rapat dengan jajaran polsek dan koramil untuk semakin memperketat protokol kesehatan pencegahan penularan corona. Salah satunya yaitu penyemprotan disinfektan secara berkala.
“Lurah lurah sudah saya instruksikan untuk semprot disinfektan setiap seminggu sekali. Seminggu sekali wajib keliling di kelurahan masing masing untuk penyemprotan. Dari dinas terkait di Pemkot juga akan melakukan penyemprotan untuk sejumlah ruas jalan,” tandas dia. (git/gih)










