Kudus  

SD 1 Tumpangkrasak Ajukan Adiwiyata Tingkat Provinsi

Kepala SD 1 Tumpangkrasak, Briari Indra Setiati. (DOK. PRIBADI/JOGLO JATENG)

KUDUS, Joglo Jateng – Sekolah Dasar (SD) 1 Tumpangkrasak terus menunjukkan komitmennya dalam menjaga kelestarian lingkungan. Salah satunya dengan mengajukan diri sebagai sekolah Adiwiyata tingkat provinsi.

Sebagai bagian dari program tersebut, sekolah ini menciptakan berbagai inovasi ramah lingkungan. Salah satunya adalah pembuatan pupuk cair dari kulit bawang.

Kepala SD 1 Tumpangkrasak, Briari Indra Setiati menyampaikan, pembuatan pupuk ini melibatkan peserta didik secara langsung. Dengan guru berperan sebagai pendamping yang memberikan arahan. Prosesnya cukup sederhana tetapi memiliki manfaat besar bagi tanaman.

“Kulit bawang dikumpulkan, kemudian dimasukkan ke dalam botol bersama zat tambahan. Setelah itu, campuran ini dibiarkan melalui proses fermentasi selama satu minggu hingga menghasilkan gas yang nantinya dicampur dengan air,” jelasnya.

Pihaknya menambahkan, hasil akhir dari fermentasi ini digunakan sebagai pupuk cair. Setalah itu dapat disemprotkan ke tanaman untuk menanggulangi daun keriting dan menjaga kesuburan tanaman.

“Selain memberikan manfaat bagi lingkungan, inovasi ini juga menanamkan nilai kepedulian terhadap alam kepada siswa. Mereka belajar tentang pemanfaatan limbah organik serta memahami pentingnya keberlanjutan lingkungan melalui praktik langsung,” ungkapnya.

Pengajuan SD 1 Tumpangkrasak sebagai sekolah Adiwiyata tingkat provinsi berfokus pada upaya pemberdayaan lingkungan, mencintai alam, dan melestarikan ekosistem sekolah. Dengan lingkungan yang lebih hijau dan bersih, sekolah berharap dapat menciptakan suasana belajar yang lebih nyaman serta menumbuhkan kesadaran pentingnya menjaga lingkungan sejak dini.

Selain inovasi pupuk cair dari kulit bawang, sekolah juga terus melakukan berbagai program pendukung. Seperti pengelolaan sampah, penghijauan, serta kebiasaan ramah lingkungan di sekolah. Semua upaya ini dilakukan agar sekolah dapat memenuhi standar yang ditetapkan dalam program Adiwiyata tingkat provinsi.

“Melalui langkah ini, SD 1 Tumpangkrasak tidak hanya berusaha meraih predikat sekolah Adiwiyata, tetapi juga mencetak generasi muda yang peduli terhadap lingkungan dan memiliki kebiasaan hidup berkelanjutan,” tandasnya. (cr9/fat)