JEPARA, Joglo Jateng – Efisiensi anggaran yang diatur oleh pemerintah pusat melalui Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 2025 diharap tidak menyasar pada program perpustakaan keliling di Kabupaten Jepara. Sebab, program ini sering dinantikan oleh para pelajar di Jepara.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Diskarpus) Kabupaten Jepara, Hadi Sarwoko, mengungkapkan bahwa hingga saat ini belum ada petunjuk teknis yang rinci mengenai efisiensi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2025 bagi pemerintah daerah. Namun, yang telah diinstruksikan adalah pemotongan anggaran perjalanan dinas sebesar 50 persen.
“Program rutin yang melibatkan perjalanan dinas, salah satunya adalah layanan perpustakaan keliling yang kami lakukan dengan mendatangi sekolah atau komunitas di masyarakat,” paparnya, Minggu (2/3/25).
Kata Hadi, program perpustakaan keliling telah melayani sekitar 100 sekolah di Kabupaten Jepara, baik tingkat SD maupun SMP. Ia berharap, anggaran untuk program tersebut tidak dipotong atau dilakukan efisiensi, mengingat anggaran di bidang perpustakaan sangat terbatas, yaitu hanya Rp 305 juta per tahun.
Anggaran tersebut pun juga digunakan untuk biaya operasional perpustakaan keliling, termasuk biaya BBM sebesar Rp 50 ribu setiap kali jalan memberikan pelayanan.
“Harapan kami adalah agar layanan perpustakaan keliling ke sekolah-sekolah tidak dikurangi atau diefisienkan, karena program ini sudah rutin dan dinantikan oleh anak-anak untuk membaca dan menambah ilmu,” terangnya.
Selain perpustakaan keliling, Hadi juga menjelaskan bahwa di bidang kearsipan terdapat kegiatan rutin yang memerlukan perjalanan, seperti Bimbingan Teknis (Bimtek) Aplikasi Srikandi untuk desa. Program ini bertujuan mengubah arsip fisik di desa menjadi digital, yang memerlukan sosialisasi dan pendampingan.
“Bimtek ini memerlukan sosialisasi dan pendampingan, dan program ini juga yang akan kita lakukan efisiensi,” tutupnya. (oka/gih)










