Petani Temukan Bayi Tewas di Bantaran Sungai Desa Pulosari

EVAKUASI: Para petugas kesehatan dari Puskesmas Pulosari saat mengevaluasi penemuan jenazah bayi di Aliran Sungai Botor, Desa Pulosari, Kecamatan Pulosari, pada Kamis (10/4) siang. (DOK. PRIBADI/JOGLO JATENG)

PEMALANG, Joglo Jateng – Diduga dibuang oleh orang tuanya, petani di Desa Pulosari, Kecamatan Pulosari menemukan jenazah bayi yang masih berplasenta di aliran sungai dekat kebun miliknya pada Kamis (10/4) siang. Saat melakukan evakuasi, ribuan masyarakat berkumpul di sekitar lokasi setelah mendengar penemuan tersebut.

Hal ini diungkapkan oleh Camat Pulosari Agus Mulyadi. Ia menjelaskan kronologi kejadian dari laporan yang masuk, saksi mata yang bekerja sebagai petani berangkat ke kebun untuk mencari rumput. Mencium bau menyengat, saksi langsung mencari sumbernya dan terkejut melihat jenazah bayi yang diperkirakan telah lima hari dibuang oleh orang tuanya.

“Laporan yang masuk ke kami kejadian penemuan pada pukul 11.30 siang di Aliran Sungai Botor, Desa Pulosari, Kecamatan Pulosari. Saat ini sementara di bawa ke Puskesmas Pulosari,” ucapnya.

Sementara itu, Sa’aroni saksi pertama yang menemukan posisi jenazah terlentang, kulit pucat, tidak bernafas, tercium bau busuk dan jenis kelaminnya perempuan. Dirinya langsung menghubungi Eka Ristianto selaku staff Tratibum Kecamatan Pulosari, dan dilakukan evakuasi oleh petugas setempat.

“Kayaknya sudah dilokasi lebih dari sehari soalnya sudah berbau. Keadaan masih berplasenta, jadi kemungkinan langsung dibuang oleh orang tuanya begitu dilahirkan,” terangnya.

Hingga saat ini, kepolisian setempat masih menyelidiki penemuan jenazah bayi tersebut. Dan belum ada keterangan lebih lanjut tentang motif pembuangan bayi tersebut.(fan/iza)