SEMARANG, Joglo Jateng – Dalam rangka memperingati Trisuci Waisak 2569 BE/2025, ratusan anak dari berbagai Sekolah Minggu Buddha (SMB) di Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) turut memeriahkan Festival Waisak Anak 2025 yang digelar di Mall The Park Semarang pada Minggu (18/5).
Mereka mengikuti berbagai lomba seperti mewarnai, story telling, menyanyi, hingga tari kreasi.
Salah satu orang tua peserta, Musini (30), mengaku sangat senang bisa mengikuti Festival Waisak 2025.
Apalagi ini merupakan pengalaman pertama bagi SMB Sariputta Temanggung untuk bergabung dalam ajang yang sudah berlangsung sejak tahun 2017 tersebut.
Sebanyak 20 anak dari SMB Sariputta Temanggung ambil bagian dalam lomba mewarnai.
“SMB kami baru perdana ikut event ini. Kesannya, kegiatan ini sangat menarik karena kalau buat anak-anak sangat variatif sekali. Selain lomba, banyak hiburan yang ditampilkan seperti drama musikal ya,” katanya saat ditemui Joglo Jateng di sela-sela kegiatan.
Ia pun berharap melalui drama yang ditampilkan, anak-anak dapat memetik pesan kebajikan serta memperoleh pengalaman dan teman baru.
Ketua Panitia Festival Waisak Anak 2025, Yeni Oktasari, menyebutkan bahwa total peserta tahun ini mencapai 250 anak SMB dari Jateng dan DIY, dengan rentang usia mulai dari PAUD hingga SMP.
“Sebanyak 250 anak Sekolah Minggu Buddha di Jawa Tengah dan Yogyakarta ikut tergabung dalam kegiatan kali ini. Usianya dari PAUD sampai SMP,” katanya.
Menariknya, dalam lomba mewarnai yang diselenggarakan, panitia memilih gambar kura-kura berjubah biksu.
Kura-kura dalam legenda Buddha sering diidentikkan dengan kesabaran, ketangguhan dalam menghadapi tantangan, serta perlindungan diri karena membawa rumah di punggungnya.
“Kebetulan maskot kita tahun ini kura-kura, ya. Kura-kura juga punya makna yang sangat dalam untuk kami di Buddha. Jadi, kami pilih gambar kura-kura dengan jubah biksu untuk menyampaikan pesan itu pada anak-anak,” ujarnya.










