Kiai NU Diusir dari Panggung Kutoarjo Bersholawat, Masyarakat Tuntut Oknum Habib Minta Maaf

Para pengurus PWI-LS Kabupaten Purworejo usai merilis video tuntutan permintaan maaf dari oknum habib yanh diduga mengusir Kiai Zaenal dari panggung Kutoarjo Bersholawat. (DOK.PWI-LS/JOGLO JATENG)

PURWOREJO, Joglo Jateng – Masyarakat Kabupaten Purworejo, dibuat meradang karena insiden yang disebut ‘Persekusi Kiai Nusantara’. Insiden yang terekam dalam video yang sempat viral, terjadi di acara Kutoarjo Bersholawat bersama Majelis Sholawat Az-Zahir Pekalongan pada Jumat, 4 Juli lalu.

Dalam acara itu, KH Zainal Abidin, Ketua MWC NU Kutoarjo, yang juga pengasuh pondok pesantren di Kelurahan Semawung, Kecamatan Kutoarjo ‘dipaksa’ turun dari panggung oleh oknum habib, yang disebut bernama Muhammad Najib Ba’abud dari Prembun, Kabupaten Kebumen. Pengusiran dari panggung sholawat ini pun mendapat reaksi keras dari berbagai elemen masyarakat di Kabupaten Purworejo.

Salah satu yang mengutuk dan bereaksi atas insiden itu adalah Pengurus Perjuangan Wali Songo Indonesia-Laskar Sabilillah (PWI LS) Kabupaten Purworejo. Ketua PWI LS Kabupaten Purworejo, H Faoqi Hakim atau Haji Oqi saat dihubungi mengatakan bahwa, pihaknya mengecam keras tindakan oknum habib terhadap KH Zaenal Abidin.

“PWI LS Kabupaten Purworejo tegas menyesalkan dan mengecam keras tindakan terhadap KH Zaenal Abidin. Mengingat Beliau adalah ulama yang dihormati. Beliau adalah penasihat Tahfidzul Quran Wal Kuro Kabupaten Purworejo, Musyatasar MWC NU Kutoarjo, dan pengasuh ponpes. Terlebih, Baliau mempunyai kekurangan fisik (tuna netra), seharusnya dihormati sesuai posisinya sebagai ulama dan diutamakan karena menyandang kebutuhan khusus,” kata Haji Oqi, Jumat (11/05/2025).