PURWOREJO, Joglo Jateng – Desa/Kecamatan Loano, Kabupaten Purworejo, melakukan tradisi merti desa sebagai wujud rasa syukur atas rejeki dan kesehatan yang mereka terima. Berbeda dengan daerah lain, merti desa di Loano ini, dilaksanakan setiap tiga tahun sekali.
Rangkaian acara telah dilaksanakan sejak 10 Juli, kemudian puncaknya dilaksanakan Kirab Piyandel Pangeran Gagak Handoko, pada Minggu (27/7). Kirab diikuti oleh sekitar 1.000 orang kades, perangkat desa, warga Loano dan keturunan Gagak Handoko.
Memakai baju adat Jawa, mereka berjalan kaki sejauh kurang lebih satu kilometer, dengan start di Balai Desa Loano dan finish di Masjid Sunan Geseng Lowano. Kirab ini paling dinanti oleh khalayak, terbukti ribuan warga memadati sepanjang jalan yang dilalui arak-arakan peserta.
Dalam prosesi upacara di halaman Masjid Sunan Geseng, Kades Loano yang berperan sebagai Adipati menuangkan air dari kendi (airnya diambil melalui prosesi petik tirta) ke bibit tanaman yang dibawa oleh para petani.
Setelah itu, kendi dipecahkan sebagai lambang paripurna sudah memberikan berkah pada bumi Loano. Uniknya, penampilan liong samsi dan barongsai yang baru pertama kali ini ikut pada Garebeg Lowano.










