TIDAK hanya mengekspresikan diri, menekuni hobi menjadi sumber penghasilan merupakan hal yang menyenangkan. Hal itu dilakukan Ana Iswatun Hasanah, perempuan cantik asal Kaliori, Kabupaten Rembang.
Perempuan yang akrab dipanggil Ana tersebut memulai terjun di dunia kecantikan sejak bangku SMA. Ia sempat mengikuti kelas make up yang hanya berjalan sekitar tiga kali pertemuan saja.
“Dulu sebelum masuk di perguruan tinggi sempat ikut les makeup di daerah saya dan itu cuma berjalan sekitar tiga kali pertemuan saja,” ungkapnya, Minggu, (24/08/2025).
Lulus SMA, perempuan kelahiran 1999 itu memutuskan melanjutkan jenjang perkuliahan di salah satu perguruan tinggi di Kudus, Jawa Tengah. Dengan ilmu dasar yang dimilikinya, Ana kembali mengasah skill dengan membantu mempercantik kawan-kawannya di bangku kuliah. Baik untuk acara wisuda maupun fashion show.
“Sebelum lulus kuliah di masa Covid-19, memutuskan pulang ke Rembang karena kuliah online. Karena banyak waktu senggang, saya coba mencari lowongan kerja,” katanya.
Ana kemudian memulai belajar dan menekuni dunia MUA dengan bekerja bersama salah satu Make Up Artist (MUA) Profesional di Rembang. Tidak hanya belajar make up, melalui pekerjaannya itu, Ana banyak belajar hal lain. Termasuk bisnis marketing dan wedding. Melalui akun instagram @aisnamakeup, ia mempromosikan bisnisnya sekaligus sebagai portofolianya selama membuka jasa make up.
“Dari situ saya mencoba membuka jasa make up. Tak hanya untuk momen wisuda tetapi juga momen engagament, bridesmaid dan lainnya,” ujarnya.
Make Up Flawless Jadi Andalan
Dari sekian banyak jenis make up, dirinya mengaku lebih menyukai make up flawless. Menurutnya, teknik make up flawless yang lebih fokus pada tampilan kulit bisa menghasilkan tampilan yang sempurna dan mulus. Meskipun begitu, Ana juga sering menghadapi tantangan khususnya beragam karakter klien.
“Mereka berbeda karakter, kadang meski sudah disepakati masih ada saja yang nawar. Kadang juga ada yang di make up sambil pegang anak kecil,” paparnya.
Berawal dari hobi mempercantik orang, Ana bermimpi memiliki galery makeup. Ia mengusahakan itu dengan terus belajar dan memperbanyak jam terbang.
“Saat ini banyak membuka jasa make up. Kebetulan ramai terus. Dari bekal itu ingin lebih serius. Semoga nanti bisa membuka galery make up profesional,” bebernya. (iza)










