SEMARANG, Joglo Jateng – Badan Narkotika Nasional Provinsi Jawa Tengah (BNNP Jateng) bersama Polsek Banyumanik dan Koramil Banyumanik menggelar operasi yustisi deteksi dini narkoba di lingkungan indekos yang dianggap rawan penyalahgunaan narkotika. Kali ini, sasaran operasi adalah Kos Vanilla di Kelurahan Ngesrep, Kecamatan Banyumanik, Kota Semarang, belum lama ini.
Operasi yang dimulai pukul 07.00 WIB tersebut menyasar 42 penghuni kos dengan pemeriksaan melalui tes urine. Dari hasil pemeriksaan, seluruh penghuni dinyatakan negatif narkoba. Kegiatan berlangsung tertib dan mendapat dukungan penuh dari masyarakat serta pemilik kos.
Kepala Bidang Pemberantasan dan Intelijen BNNP Jateng, Kombes Pol Henry Julius Pardomuan menegaskan bahwa langkah ini merupakan wujud nyata sinergi lintas instansi untuk menjaga keamanan lingkungan dari bahaya narkotika.
“Operasi yustisi ini adalah langkah nyata BNNP Jateng bersama TNI-Polri untuk mendeteksi dini sekaligus mencegah penyalahgunaan narkoba di lingkungan kos-kosan. Hasil negatif dari 42 penghuni kos menunjukkan bahwa upaya pencegahan dan sosialisasi terus memberi dampak positif. Kami akan rutin melakukan kegiatan serupa di wilayah rawan lainnya,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Kanit Samapta Polsek Banyumanik, AKP M. Taufik. Ia menegaskan komitmen aparat menjaga Banyumanik tetap bersih dari narkoba.
“Sinergi ini bagian dari komitmen kami menjaga Banyumanik bebas dari narkoba. Tindakan represif tetap dilakukan, namun pencegahan dan pembinaan masyarakat menjadi prioritas agar generasi muda tidak terjerumus bahaya narkotika,” tegasnya.
Dukungan juga datang dari pemilik Kos Vanilla, Ivan, yang mengapresiasi pelaksanaan operasi. Menurutnya meski sempat mengejutkan penghuni, kegiatan ini penting demi menjaga keamanan bersama.
“Kami sebagai pemilik kos sangat mendukung kegiatan ini. Meskipun awalnya membuat kaget penghuni, namun pemeriksaan ini penting untuk menjaga keamanan dan masa depan anak-anak yang tinggal di sini. Kami ingin kos ini menjadi tempat yang aman, nyaman, dan bersih dari narkoba,” ungkapnya. (luk/adf)










