KUDUS, Joglo Jateng – Madrasah Ibtidaiyah (MI) Miftahul Ulum 02 Hongosoco berupaya memperkuat budaya literasi siswa dengan menjalin kerja sama bersama Dinas Arsip dan Perpustakaan Daerah (Arpusda) Kabupaten Kudus. Program tersebut resmi dimulai pada Kamis (11/9) dan diharapkan berkelanjutan.
Kepala MI Miftahul Ulum 02, M. Solihul Huda menyampaikan, perpustakaan di sekolahnya selama ini belum optimal dalam menarik minat baca anak-anak. Koleksi buku sebagian besar sudah berusia 10 hingga 15 tahun dan minim pembaruan.
“Anak-anak perlu suguhan bacaan yang segar, baik fiksi maupun nonfiksi, agar wawasan mereka terbuka. Perpustakaan harus jadi tempat yang hidup, bukan sekadar formalitas. Karena itu kami bekerja sama dengan Arpusda Kudus untuk pembaruan sarana, koleksi, dan program literasi,” ungkapnya.
Menurutnya, minat baca siswa ibtidaiyah masih perlu didorong dengan pendampingan guru. Oleh sebab itu, ia berharap keberadaan program kunjungan perpustakaan keliling dan dukungan pengadaan buku bisa menumbuhkan kegairahan baru dalam literasi anak.
“Dengan kerja sama ini, kami berharap dapat memperbarui koleksi perpustakaannya, menghadirkan bacaan yang relevan, sekaligus membangun tradisi membaca di kalangan siswa sejak dini,” harapnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Perpustakaan Arpusda Kudus, Kusnaeni menjelaskan, pihaknya menargetkan ratusan sekolah di Kudus, mulai dari SD/MI hingga SMA, untuk mendapat layanan literasi. Namun tidak semua sekolah menjadi sasaran, melainkan yang mengajukan permohonan resmi.
“Arpusda memiliki dua kendaraan perpustakaan keliling untuk melayani sekolah. Tahun ini juga ada pengadaan buku baru, mulai dari bacaan untuk anak SD hingga SMA, sesuai minat siswa. Kami ingin anak-anak makin menyukai membaca karena membaca adalah jendela ilmu,” ujarnya. (iza/fat)










