Gagal Penalti dan Kalah di Kandang, Pelatih: Kekalahan Persijap Kesalahan Kolektif

REBUT BOLA: Persijap Jepara saat berlaga melawan Persita Tangerang di Stadion Gelora Bumi Kartini (GBK), Minggu (21/9). (DOK. PERSIJAP/JOGLO JATENG)

JEPARA, Joglo Jateng – Persita Tangerang sukses mencuri tiga poin di markas Persijap Jepara setelah menang tipis 2-1 dalam lanjutan Liga 2 di Stadion Gelora Bumi Kartini (GBK), Minggu (21/9). Tuan rumah unggul lebih dulu melalui gol Freires sebelum berbalik kalah akibat gol Aleksa Andrejic dan Hokky Caraka.

Pelatih Persijap Jepara, Mario Lemos, mengakui timnya sebenarnya sudah tampil cukup baik pada babak pertama saat menjamu Persita Tangerang. “Kami sudah bermain cukup baik dan berhasil mencetak gol lebih dulu di babak pertama,” kata Mario usai pertandingan.

Namun momentum mulai berubah ketika Sudi Abdallah gagal mengeksekusi penalti. Sejak saat itu, fokus para pemain Persijap menurun dan sering kehilangan posisi. Kondisi itu dimanfaatkan Persita untuk membalikkan keadaan di paruh kedua.

“Pemain kami kurang disiplin menjaga posisi, akhirnya kebobolan. Persita bermain sangat bagus, selamat untuk Persita Tangerang,” ujarnya.

Pelatih asal Portugal itu menegaskan kekalahan Persijap bukan disebabkan oleh individu, melainkan kesalahan kolektif.

“Kami tidak pernah bergantung pada satu atau dua pemain saja. Sukses harus diraih bersama-sama, mulai dari pemain, pelatih, manajemen, sampai suporter. Kemarin kami tidak bermain sebagai tim, masih ada yang tampil sendiri-sendiri. Itu alasan utama kami kalah,” tegasnya.

Meski menelan kekalahan di kandang, Mario menekankan pentingnya kekompakan untuk laga berikutnya menghadapi Persik Kediri. “Kalau ingin menang lawan Persik, kami harus berani mati di lapangan demi poin. Tidak ada solusi lain,” katanya.

Baginya, hasil kontra Persita menjadi kekalahan paling menyakitkan sepanjang karier kepelatihannya. “Seharusnya kami bisa menang, tapi malah kalah dengan cara seperti ini. Sakit rasanya, tapi inilah sepak bola. Kami harus bangkit,” ungkapnya.

Mario optimistis pengalaman pahit itu tidak akan terulang dan mentargerkan di laga selanjutnya melawan Persik.

Sementara itu, kiper Persijap, Rodrigo Moura Do Nascimento, mengaku laga melawan Persita sangat berat bagi timnya. “Seharusnya kami bisa unggul dua gol lebih dulu, tapi gagal menambah lewat penalti. Setelah itu lawan bisa mencetak dua gol. Ini pertandingan yang berat,” kata Rodrigo.

Ia mengakui fokus tim sempat hilang sehingga kecolongan. “Ini bukan salah satu pemain saja, semua harus evaluasi. Bermain di kandang tapi tidak dapat poin jelas sangat mengecewakan,” pungkasnya. (oka/gih)