Kendal  

Kendal Targetkan Nol Persen Kemiskinan Ekstrem Tahun Depan

Bupati Kendal, Dyah Kartika Permanasari. (DOK. PRIBADI/JOGLO JATENG)

KENDAL, Joglo Jateng – Pemerintah Kabupaten Kendal menargetkan angka kemiskinan ekstrem di wilayahnya turun hingga nol persen pada tahun 2026. Komitmen itu disampaikan Bupati Kendal, Dyah Kartika Permanasari saat membuka Rapat Koordinasi Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan (TKPK) Kabupaten Kendal Tahun 2025, di Gedung Abdi Praja Setda Kendal, belum lama ini.

Rakor yang mengusung tema “Penguatan Strategi Penanggulangan Kemiskinan Melalui Pendekatan Graduasi” ini digelar untuk memperkuat sinergi antarinstansi dalam menekan angka kemiskinan. Sekaligus menindaklanjuti amanat Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 8 Tahun 2025 tentang percepatan penghapusan kemiskinan ekstrem.

“Kita perlu strategi yang tepat dan kerja sama yang solid agar target kemiskinan ekstrem nol persen bisa terwujud. Saya optimis dengan sinergi yang baik, kita mampu merealisasikannya,” tegasnya.

Bupati menjelaskan, Rakor ini juga menjadi momentum penting untuk menyosialisasikan penggunaan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DT-SEN) kepada seluruh pemangku kepentingan.

Data ini diharapkan menjadi dasar akurat dalam menjalankan program penanggulangan kemiskinan agar lebih efektif dan tepat sasaran. “Selain untuk meningkatkan koordinasi dan sinergi lintas sektor, kegiatan ini juga mendorong pendekatan yang lebih holistik dan berkelanjutan dalam upaya pengentasan kemiskinan,” ungkapnya.

Berdasarkan data terbaru, tingkat kemiskinan di Kabupaten Kendal tahun 2025 mencapai 8,40 persen, menurun 0,95 persen dibanding tahun 2024. Jumlah tersebut menjadi angka terendah dalam lima tahun terakhir. Jumlah penduduk miskin kini tercatat 83,73 ribu jiwa, berkurang sekitar 8.980 jiwa dibanding tahun sebelumnya.

Bupati Tika menekankan, Pemkab Kendal akan terus konsisten melaksanakan graduasi kemiskinan atau konvergensi pengentasan kemiskinan secara menyeluruh agar target kemiskinan ekstrem nol persen di 2026 dan kemiskinan reguler 4,5 persen di 2029 dapat tercapai.

“Mudah-mudahan dengan sinergitas dan kolaborasi semua pihak, kita bisa benar-benar menghapuskan kemiskinan ekstrem di Kendal,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Baperlitbang Kendal, Izzudin Latif menyampaikan bahwa Pemkab Kendal telah menyiapkan tiga strategi utama untuk menurunkan angka kemiskinan. “Pertama, mengurangi beban pengeluaran masyarakat. Kedua, meningkatkan pendapatan masyarakat. Dan ketiga, menekan jumlah kantong-kantong kemiskinan,” jelas Izzudin.

Ia memastikan, Pemkab Kendal optimistis bisa mencapai target tersebut sesuai dengan arah kebijakan nasional. “Tahun 2026, kemiskinan ekstrem ditargetkan nol persen, dan kemiskinan reguler 4,5 persen. Itu bukan sekadar angka, tapi komitmen bersama yang harus diwujudkan,” pungkasnya. (ags/adf)