KUDUS, Joglo Jateng – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus terus memanfaatkan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) untuk mempercepat pembangunan infrastruktur. Sepanjang 2025, proyek perbaikan jalan menjadi salah satu fokus utama Pemkab dalam menunjang mobilitas warga dan mendukung aktivitas ekonomi masyarakat.
Bupati Kudus, Sam’ani Intakoris, turut mengapresiasi langkah Dinas PUPR dalam mengoptimalkan DBHCHT untuk peningkatan infrastruktur daerah. Ia menegaskan, Pemkab Kudus berkomitmen menjadikan pembangunan jalan sebagai salah satu prioritas utama pelayanan publik.
”Pemanfaatan dana cukai bukan hanya soal membangun jalan, tetapi membangun kepercayaan masyarakat. Infrastruktur yang baik akan mempercepat perputaran ekonomi, memperkuat konektivitas antarwilayah, dan meningkatkan kualitas hidup warga. Kami akan memastikan anggaran ini benar-benar tepat sasaran dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Kudus,” ungkap Sam’ani.
Ia berharap pembangunan yang sedang berjalan dapat selesai tepat waktu. Sehingga bisa memberi dampak jangka panjang bagi pembangunan daerah.
”Infrastruktur yang kuat bisa menjadi fondasi bagi kemajuan Kudus ke depan. Ini bukan sekadar proyek fisik, tapi investasi sosial untuk masa depan,” tandasnya.

Sementara itu, Plt Kepala Dinas PUPR Kudus, Harry Wibowo menyampaikan, hingga akhir November 2025 progres pekerjaan telah mencapai 63 persen. Seluruh pendanaan berasal dari DBHCHT, dengan alokasi anggaran senilai Rp 61 miliar.
”Progres sampai saat ini kurang lebih sudah 63 persen. Anggaran seluruhnya dari DBHCHT, dan ini sangat membantu pemerintah daerah dalam menciptakan infrastruktur yang layak bagi masyarakat,” ujarnya.
Tahun ini, sebanyak 31 ruas jalan menjadi sasaran perbaikan, mencakup panjang total sekitar 60 kilometer dari total 507 kilometer jalan kabupaten. PUPR menerapkan sejumlah metode konstruksi sesuai kondisi wilayah. Antara lain betonisasi, pengaspalan menggunakan AC-WC (Asphalt Concrete-Wearing Course), serta Aspal Lapen (Lapis Penetrasi Makadam) atau yang dikenal dengan aspal goreng.










