PATI, Joglo Jateng – Nasib bayi perempuan yang ditemukan di tempat sampah Perumahan Puri Baru, Kabupaten Pati, kini berbanding terbalik. Setelah sempat ditelantarkan, bayi malang tersebut justru menarik simpati besar dari masyarakat. Puluhan orang dikabarkan berebut ingin mengadopsi bayi tersebut dengan mengajukan permohonan ke Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak & Keluarga Berencana (Dinsos P3AKB) Pati.
Kepala Dinsos P3AKB Pati, Aviani Tritanti Venusia mengungkapkan, saat ini bayi tersebut masih berada dalam perawatan intensif di Rumah Sakit Mitra Bangsa Pati. Pihaknya memastikan kesehatan bayi terjaga sembari menunggu proses hukum berjalan.
“Sementara kami masih minta bantuan Mitra Bangsa untuk merawat sampai kondisinya benar-benar baik. Ini dilakukan sambil menunggu pihak kepolisian bekerja mencari keberadaan keluarga kandungnya,” kata Aviani.
Banjir Peminat Adopsi
Meski bayi tersebut masih berada di rumah sakit, antusiasme masyarakat untuk memberikan kasih sayang sangat tinggi. Aviani mencatat, setidaknya sudah ada lebih dari 20 orang yang secara resmi mengajukan diri ke Dinsos untuk mengadopsi.
“Banyak sekali yang ingin mengadopsi, tercatat di Dinsos sudah 20-an lebih. Itu baru yang datang resmi ke kantor, belum lagi yang bertanya-tanya lewat jalur lain. Intinya sudah banyak yang pengen,” ucapnya.
Kendati peminat membludak, Aviani menegaskan bahwa proses adopsi tidak bisa dilakukan serta-merta. Proses tersebut masih harus menunggu hasil penyelidikan kepolisian. Prioritas utama tetaplah mencari keluarga biologis atau kerabat bayi tersebut.
“Kalau keluarganya sudah ketemu, siapa tahu mau diopeni (dirawat) sama keluarganya sendiri, misalnya oleh kakek atau neneknya. Itu yang kita prioritaskan dulu,” sebutnya.
Mekanisme “Anak Negara”
Namun, jika dalam batas waktu tertentu keluarga kandung tidak ditemukan, status bayi tersebut akan diproses untuk ditetapkan sebagai anak negara. Mekanisme ini nantinya akan dilaporkan hingga tingkat provinsi.
“Jika jadi anak negara, nanti ada proses seleksi ketat bagi warga yang berminat mengadopsi. Nanti kita seleksi siapa yang paling layak menjadi orang tua angkatnya,” pungkas Aviani. (lut/rds)










