KUDUS, Joglo Jateng – Cabang olahraga bulu tangkis putri MI NU Roudlotul Wildan Ngembalrejo kembali mencuri perhatian publik. Hal ini berkat capaian gemilang salah satu siswinya, Mahira Hasna Kamila (Kelas 6), yang berhasil meraih sederet prestasi bergengsi mulai dari tingkat kabupaten hingga provinsi.
Performa apik Mahira tidak hanya mengharumkan namanya sendiri, tetapi juga mengangkat reputasi madrasah sebagai lembaga pendidikan yang mampu melahirkan atlet berpotensi besar.
Deretan Prestasi Membanggakan
Dalam kurun waktu satu tahun terakhir, grafik prestasi Mahira melesat drastis. Di tingkat Kabupaten Kudus, ia sukses menyabet Juara 1 Porsema MI, Juara 1 Porseni MI, Juara 3 Simpang 7 Master 2025, serta Juara 3 Bupati Cup 2025.
Tak berhenti di situ, Mahira juga membuktikan kualitasnya di level yang lebih tinggi. Ia berhasil menembus 8 besar Porseni MI tingkat Provinsi Jawa Tengah. Puncaknya, ia meraih Juara 2 Porsema XIII Jawa Tengah di Wonosobo dan Juara 2 bulu tangkis MI putri pada ajang Porseni Ma’arif Jawa Tengah XIII.
Bakat Terpantau Saat Jam Istirahat
Kepala MI NU Roudlotul Wildan, Ambar Sri Gunawan mengungkapkan bahwa bakat istimewa Mahira ditemukan secara tidak sengaja. Awalnya, ia kerap melihat Mahira bermain bulu tangkis di halaman madrasah saat jam istirahat.
“Saat itu setiap istirahat ia bermain di halaman. Dari situ saya melihat ada potensi besar pada anak ini,” ujar Ambar.
Melihat peluang tersebut, Ambar sempat melatih Mahira secara langsung di sela-sela kesibukannya yang padat. “Saya latih sendiri beberapa kali di gedung madrasah. Tapi kalau terus saya yang melatih, jelas tidak mungkin karena banyak tugas kepala madrasah yang harus saya jalankan,” terangnya.
Diarahkan ke Klub Profesional
Demi pengembangan bakat yang maksimal, pihak sekolah memanggil orang tua Mahira untuk mendiskusikan masa depan sang anak di dunia olahraga. Ambar menyarankan agar Mahira bergabung dengan klub profesional.
“Saya bilang kepada orang tuanya, anak ini punya potensi besar. Kalau ingin berkembang, harus disalurkan ke tempat yang tepat,” jelasnya.
Saran tersebut disambut baik. Mahira kemudian bergabung dengan Klub Raja. Di sanalah bakatnya ditempa secara profesional. Ambar mengenang, awalnya Mahira bahkan belum paham teknik memegang raket yang benar, namun perkembangannya sangat pesat hanya dalam beberapa bulan.
“Tahun 2023 sampai 2025 itu prestasinya banyak sekali. Keberhasilan Mahira menjadi bukti bahwa madrasah bisa mencetak atlet berkualitas meski dengan fasilitas sederhana. Harapannya, ada regenerasi yang mengikuti jejak Mahira,” pungkasnya. (uma/fat)










